Suara.com - SKK Migas dan KKKS Imbang Tata Alam (ITA) menyerahkan penanaman rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) kepada pemerintah melalui Balai Pengelolaan DAS Indragiri Rokan, Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dengan demikian selanjutnya pengelolaan tanaman di kawasan tersebut akan dilakukan oleh pemerintah.
Serah terima penanaman DAS tersebut diserahkan oleh General Manager Imbang Tata Alam, Kelik R Suharya kepada pemerintah yang diwakili Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH), Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan, Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau.
KKKS Imbang Tata Alam (dahulu EMP Malacca Strait SA) adalah pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 538,04 dan mempunyai salah satu kewajiban untuk melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS di Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dengan luas 592 hektar.
Menurut Kelik R Suharya, kegiatan rehabilitas sudah dilaksanakan sejak Oktober 2019. Dalam pelaksanaannya, kawasan dibagi menjadi tiga blok dengan luasan yang relative setara dan ditunjuk tiga pemenang tender sebagai pelaksana yakni PT Bumi Riau Lestari di Blok I, PT Indocarbon Nusantara di Blok II dan PT Green Mandiri Persada di Blok III. Adapaun jenis tanaman meliputi tembesu, jengkol, petai, durian, matoa, dan cempedak.
Tujuan program rehabilitasi DAS, kata Kelik R Suharya, untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. Kemudian memulihkan lahan-lahan rusak atau kritis dengan menurunnya degradasi hutan serta berfungsi sebagai media produksi dan media tata air.
“Standar keberhasilan rehabilitasi DAS yang ditetapkan pemerintah adalah 75 persen. Tapi PT Imbang Tata Alam berhasil melakukan rehabilitasi sebesar 88 persen. Hal ini membuktikan kegiatan rebab DAS yang kami lakukan sukses dilaksakan,” ujar Kelik R Suharya.
Di tempat terpisah, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi Suryodipuro, mengatakan bahwa SKK Migas bersama KKKS yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi di Indonesia untuk memenuhi kewajiban penanaman pohon dengan tetap menjaga lingkungan.
“Ini sesuai komitmen agar lingkungan tetap terjaga dan mendukung net zero emission,” kata Hudi.
SKK Migas, lanjut Hudi, KKKS Imbang Tata Alam bersama para kontraktor di lapangan telah bekerja secara maksimal untuk mewujudkan program tersebut dengan berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi. Misalnya kondisi lahan yang rawa dan susah dilewati serta adanya tekanan dari oknum-oknum perambah liar dan sebagainya.
Baca Juga: SKK Migas Instruksikan Pengaliran Gas Sengkang untuk Jamin Pasokan Listrik Sulsel
“Program green energy atau energi hijau ini berlaku bagi semua KKKS yang merupakan komitmen bersama, sejalan dengan target SKK Migas 1 juta barrel minyak dan 12 Miliar Kaki kubik gas pada tahun 2030,” Ungkap Hudi.
Komitmen SKK Migas dan KKKS dalam mendukung keberlanjutan lingkungan telah ditunjukan dengan salah satunya dalam program penanaman pohon yang terus meningkat jumlahnya. Pada tahun 2023, SKK Migas telah menargetkan penanaman 2 (dua) Juta pohon, yang terdiri dari Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai dan Pemulihan Lahan, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dan Program lainnya. Komitmen Penanaman Hulu Migas ini terus meningkat jika dibandingkan dengan realisasi penanaman pohon tahun 2022 yang sebesar 1.7 Juta dan tahun 2021 yang sebesar 1,2 Juta pohon.
Tag
Berita Terkait
-
5 Jenis Makanan Sehat untuk Buka Puasa Ramadan, Bisa Kembalikan Energimu!
-
MODENA Kenalkan Kulkas Multi-Flow Hemat Energi, Jaga Makanan Tetap Segar Selama Ramadan
-
Menteri KLHK Dituding Ngawur, Opung Luhut Tolak Proyek Terminal LNG oleh PT Dewata Energi Bersih di Bali
-
RI Dorong Negara ASEAN Transformasi Digital dan Keuangan yang Berkelanjutan
-
Pertamina Hulu Energi Lampaui Target Produksi di Mid Triwulan Pertama 2023
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9