Suara.com - PT Supertone (SPC) menjadi satu-satunya perusahaan elektronik lokal bersakala besar yang menerima penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dari Kementerian Perindustrian, atas pencapaian nilai tinggi TKDN pada berbagai produknya serta kampanye perusahaan yang konsisten menggalakkan penggunaan produk buatan dalam negeri.
Di usianya yang ke-34, SPC adalah salah satu perusahaan teknologi manufaktur dan elektronik asli Indonesia tertua saat ini. Salah satu misi utamanya adalah memastikan lebih banyak produk dibuat di dalam negeri dan melibatkan talenta dan infrastruktur lokal. Perusahaan sempat menargetkan 80% jajaran produknya diproduksi di Indonesia, dan ini sudah tercapai saat ini.
Di saat yang sama, SPC berpartisipasi aktif dan memberikan masukan yang membangun bagi pemerintah, bahkan secara independen membuat kampanye yang mendukung regulasi, peraturan, serta kebijakan pemerintah pusat yang masih terkait industri di mana SPC terlibat.
Direktur PT Supertone mengatakan, Raymond Tedjokusumo, SPC berterima kasih kepada Kemenperin dan Pusat P3DN atas kesempatan dan kepercayaan untuk berkolaborasi memasifkan penggunaan produk buatan dalam negeri, sehingga perusahaan serta merek lokal terus memiliki ruang untuk bertumbuh melayani masyarakat dengan produk-produk dalam negeri yang inovatif.
“Semakin banyak konsumen membuktikan bahwa kualitas produk lokal buatan SPC menyamai bahkan melebihi produk-produk impor. Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar yang masih terus diupayakan adalah peningkatan aspek branding, pun pengalaman purnajual pengguna,” ucapnya.
Klaim SPC atas kualitas produk lokalnya didukung oleh fakta bahwa CCTV, laptop serta Chromebook mereknya menjadi fondasi yang membantu perusahaan meraih posisi 3 Besar di penghargaan P3DN. SPC pun memiliki sertifikasi untuk 33 produk unggulannya di berbagai kategori hingga hari ini. Produk CCTV merek SPC digunakan pada proyek-proyek Smart City di seluruh Indonesia, sementara Chromebook SPC disalurkan ke sekolah-sekolah negeri.
Pencapaian SPC tak lepas dari baiknya implementasi peraturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP), yang berdampak positik bagi pelaku industri lokal dan memiliki efek multiplikasi pada ekonomi dan tingkat ketenagakerjaan di Indonesia. SPC juga meminta pemerintah meningkatkan batas bawah TKDN menjadi 30% dari 25% saat ini, sebagai insentif tambahan bagi peningkatan investasi pada industri dalam negeri.
Raymond menggarisbawahi bahwa SPC akan terus membuktikan komitmennya bagi industri lokal, dan membangun merek lokal yang membanggakan. “Inovasi adalah kunci pertumbuhan kami di masa depan, dan kami ingin memperbanyak lagi produk-produk yang relevan serta memiliki nilai lebih bagi masyarakat,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Geger Pengakuan Soimah soal Industri TV Indonesia: Tikung Menikung, Tusuk dari belakang
-
Soimah Beberkan Kejamnya Industri TV Tanah Air: Saling Tusuk dan 'Bunuh-bunuhan'
-
MDLY Gelar Marvella Fashion Show 2023 di Bukittinggi, Kenalkan Brand Fashion Muslim Terbaik
-
5 Potret Keren Kenzy Taulany, Jadi Sorotan Karena Disebut Mirip Andre Taulany Saat Muda
-
Insentif Mobil dan Bus Listrk Cuma Sampai Akhir Tahun
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence