Suara.com - Indonesia merupakan negara dengan keragaman budaya dan Surga bagi pecinta kuliner. Dari Sabang hingga Merauke memiliki makanan khas yang menggambarkan keunikan dan keindahan kultur masing-masing.
Makanan menjadi bahasa universal, yang menyatukan berbagai elemen dalam suatu komunitas. Dalam sejarah kuliner Indonesia, cita rasa autentik telah diterjemahkan ke dalam hidangan-hidangan lezat yang menggugah selera. Salah satu contoh yang mendapat tempat di hati pecintanya adalah hidangan olahan bebek.
Perusahaan kuliner lokal, PT Bebek Trisno Indonesia mengambil langkah dengan menghadirkan kelezatan olahan bebek dan ayam khas Indonesia.
PT Bebek Trisno Indonesia adalah perusahaan yang fokus pada bisnis makanan dan minuman (F & B) melalui jaringan street food. Target pasar perusahaan ini adalah pecinta kuliner bebek dan ayam dari berbagai kalangan masyarakat.
“Visi kami adalah menjadi perusahaan F & B dengan jaringan terbanyak dan tercepat di kelasnya. Misi-misi perusahaan ini mencerminkan komitmen untuk memajukan kuliner Nusantara dan memperluas jaringan distribusi secara masif setiap tahunnya,” jelas pendiri perusahaan, Septian Taufan Widayanto.
Salah satu faktor yang mendasari berdirinya PT Bebek Trisno Indonesia adalah tantangan yang dihadapi di sektor bisnis F & B pasca pandemi Covid-19. Fafan menjelaskan, perusahaannya berusaha menciptakan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang, mengadaptasi diri terhadap perubahan zaman dan tuntutan konsumen.
Bebek Trisno Indonesia memiliki 8 gerai cabang street food dan memberikan lapangan kerja bagi 60 orang. Perusahaan ini berencana menambah 12 gerai lagi tahun ini, sehingga total menjadi 20 gerai di akhir tahun . Hal ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga lebih dari 100 orang.
Salah satu aspek yang membedakan Bebek Trisno Indonesia dari kompetitornya adalah inovasi dalam penyajian olahan bebek dan ayam.
“Perusahaan kami menjadi street food pertama dan satu-satunya yang menyajikan olahan bebek dan ayam spesial bakar bumbu 4 lapis di Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Bawa Suasana Musim Panas, Restoran Bebek Legendaris Ini Ramaikan Destinasi Wisata Kuliner Bandung
Dalam perjalanan bisnisnya, Bebek Trisno Indonesia mendapatkan penghargaan dan pengakuan yang signifikan. Salah satunya dengan menjadi Jawara Nusantara di Perusahaan F&B nasional di Indonesia, meraih peringkat pertama.
Fafan kini tengah aktif mengembangkan perusahaan bersama mitra bisnisnya. Kecintaannya terhadap kuliner dimulai saat orangtuanya membuka depot pada tahun 1998 di Kota Banyuwangi. Proses di dapur memikat hatinya, dan ia terus mengembangkan passion ini melalui dedikasi dan pembelajaran dari para role model yang telah sukses.
“Dengan visi yang kuat, inovasi kuliner yang kreatif, dan semangat pengembangan yang berkelanjutan, saya berharap PT Bebek Trisno Indonesia dapat menjadi contoh inspiratif bagi bisnis kuliner lokal yang berupaya meraih kesuksesan dan memberikan kontribusi positif pada masyarakat," tutup Fafan.
Berita Terkait
-
9 Lokasi Warmindo yang Ramai dan Enak di Medan, Pas Buat Nongkrong Sambil Kuliner
-
Begini Filosofi Kue Barongko, Kuliner Khas Bugis Makassar yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda
-
Lestarikan Budaya Indonesia Jadi Cara Perusahaan Ini Peringati HUT RI: Dari Lomba Hingga Pesta Kuliner
-
Pecinta Kuliner Wajib Punya 3 Seri Buku "Ghibli Dining Table"
-
4 Tempat Gudeg Legendaris di Jogja, Pecinta Kuliner Wajib Mampir
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana