Suara.com - Visa menggandeng Xendit, gerbang pembayaran ternama di Indonesia, sebagai yang pertama menerapkan solusi Visa Token Service (VTS) di Indonesia.
VTS adalah platform dasar untuk tokenisasi global. Dengan mengganti nomor kartu Visa dengan token, VTS memungkinkan pengalaman pembayaran digital yang lebih aman dan lebih baik setiap harinya bagi jutaan pelanggan di seluruh dunia. Solusi token berfungsi sebagai pengenal alternatif, yang secara efektif menggantikan kebutuhan akan Nomor Rekening Pribadi (PAN) dalam transaksi pembayaran yang aman.
Bermitra dengan para pemangku kepentingan utama di seluruh ekosistem pembayaran, termasuk Gerbang Pembayaran, Visa meningkatkan cara membayar, menawarkan sistem keamanan yang lebih baik sehingga pengalaman pembayaran menjadi lancar.
Sebagai langkah pertama di Indonesia, Visa berkolaborasi dengan gerbang pembayaran terkemuka di Indonesia, Xendit. Kerjasama ini menjadi titik penting dalam penerapan Visa Token Service.
Presiden Direktur Visa Indonesia, Riko Abdurrahman mengatakan Visa berkomitmen untuk melindungi pemegang kartu dari kejahatan di dunia nyata maupun maya dengan teknologi keamanan pembayaran terbaru.
"Kami sangat senang dapat bermitra dengan Xendit dalam menghadirkan Visa Token Service ke Indonesia. Kami yakin kolaborasi ini menjadi langkah signifikan untuk mendefinisikan kembali masa depan pembayaran digital yang aman di negara ini. Dengan bekerja sama dengan Xendit, kami tidak hanya meningkatkan keamanan transaksi pembayaran tetapi juga menyediakan pengalaman pembayaran yang mudah dan dapat diandalkan bagi bisnis dan konsumen," ungkapnya.
Dengan bekerja sama dengan Xendit, Visa bertujuan untuk mempercepat penerapan Visa Token Service di berbagai platform merchant. Mengingat sebagian besar pedagang mengandalkan Gerbang Pembayaran untuk memfasilitasi proses pembayaran mereka, kolaborasi ini akan mengkatalisasi integrasi VTS, sehingga berkontribusi terhadap ekosistem pembayaran yang aman dan efisien.
Transaksi berulang, seperti perpanjangan langganan dan pembayaran tagihan bulanan, merupakan bagian integral dari perdagangan modern. Namun, hal ini juga disertai dengan tantangan yang sama, seperti kegagalan transaksi, habisnya masa berlaku kartu, dan masalah lain yang dapat mengganggu aliran pendapatan dan menciptakan pengalaman yang membuat frustrasi bagi pelanggan.
Melalui proyek percontohan Token Visa, Xendit melihat peningkatan sebesar 10% pada transaksi berulang dan kegagalan transaksi akibat kartu yang sudah habis masa berlakunya berkurang sebesar 30%, tanpa diperlukan integrasi tambahan untuk merchant. Fitur ini meningkatkan keamanan, kepuasan pelanggan dan juga menyederhanakan proses pembayaran merchant Xendit.
Baca Juga: V2 Indonesia Hadirkan Teknologi AR dan VR untuk Project Layanan Digital Interaktif Bank BNI
Managing Director Xendit, Mikiko Steven, menuturkan kemitraan pihaknya dengan Visa dan keberhasilan implementasi VTS merupakan langkah penting bagi Xendit, dan harapannya akan menjadi kontribusi penting pula dalam lanskap pembayaran Indonesia.
"Kami bangga menjadi Gerbang Pembayaran pertama yang mengintegrasikan Visa Token Service di Indonesia, memungkinkan para merchant kami untuk menawarkan peningkatan keamanan dan kenyamanan kepada pelanggan mereka. Kemitraan ini menunjukkan komitmen kami untuk mendorong inovasi dan meningkatkan standar pembayaran digital yang aman di Indonesia," imbuhnya.
Pengenalan VTS membawa banyak keuntungan bagi konsumen dan bisnis. Dengan sistem keamanan yang ditingkatkan, konsumen dapat yakin bahwa informasi pembayaran mereka dilindungi, mengurangi risiko penipuan dan transaksi tidak sah. Selain itu, VTS meningkatkan keberhasilan pembayaran, memastikan pengalaman pembayaran yang lebih lancar dan andal.
Sebagai Gerbang Pembayaran pertama yang berhasil menghubungkan dan mengimplementasikan VTS, Xendit telah memantapkan perannya sebagai pelopor dalam lanskap pembayaran di Indonesia. Jangkauan Xendit yang luas mencakup kemitraan penting dengan pedagang ecommerce terkemuka, yang memposisikan Xendit sebagai platform pilihan bagi bisnis yang ingin memanfaatkan masa depan pembayaran digital yang aman.
“Inisiatif Visa untuk memperkenalkan Visa Token Service mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap inovasi dan keamanan. Adopsi teknologi token telah berperan penting dalam mencegah aktivitas penipuan di seluruh dunia, melindungi konsumen dan bisnis dari potensi ancaman. Kami senang dapat menghadirkan solusi ini untuk bersama-sama meningkatkan keamanan ekosistem pembayaran yang saling terhubung di negara ini,” tutup Riko.
Berita Terkait
-
Bebaskan Diri dari Stres Digital dengan Trik Ajaib Ini, Wajib Dicoba!
-
Tawarkan Peluang Usaha Berbasis Teknologi, Komunitas Ojol Gelar Pelatihan Digital Marketing
-
Visa Resmi Gunakan Jaringan Solana untuk Transaksi Stablecoin
-
Indonesia Bakal Beri Golden Visa ke Elon Musk, Luhut: Kita Lihat Nanti
-
Momen Tepat Buat Travelers dan Foodies Enthusiast, Ini Saatnya Liburan dengan Kemudahan Visa
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA
-
Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong
-
PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98
-
Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang