Mita juga menyarankan untuk mengurangi asupan makanan manis dan lengket, serta melakukan kontrol ke dokter gigi sebelum memasuki bulan Ramadan agar dapat menjalani bulan suci dengan kondisi yang lebih sehat.
Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia mengatakan, "Selama 90 tahun hadir di Indonesia, Pepsodent terus mewujudkan misinya guna mendukung edukasi serta perawatan kesehatan gigi dan mulut."
"Menilik data Riskesdas 2018 dimana hanya 2,8% orang Indonesia yang menyikat giginya di waktu yang tepat, menyebabkan 7 dari 10 orang mengalami gigi berlubangi, program 'Senyum Sehat Indonesia' merupakan satu upaya nyata dalam mengurangi permasalahan gigi dan mulut di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta," ucapnya.
Lebih lanjut, Riskesdas juga memperlihatkan hanya 2,74% penduduk DKI Jakarta yang mempunyai perilaku menyikat gigi di waktu yang tepat, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur.
Program 'Senyum Sehat Indonesia' juga hadir di Sekolah dan Pesantren dengan tujuan menanamkan kebiasaan menyikat gigi sejak dini pada saat pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur sesuai rekomendasi FDI (Fédération Dentaire Internationale).
Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent telah melakukan program edukasi dan pemberian perawatan gigi tanpa biaya sejak tahun 2010 bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), FKG, dan RSGM di seluruh Indonesia. Sementara melalui Program ‘Sekolah dan Pesantren Sehat’, Pepsodent sudah berhasil mengedukasi hampir 30 juta anak Indonesia.
"Dengan dilaksanakannya program Senyum Sehat Indonesia di Jakarta, kami berharap semakin banyak masyarakat baik anak-anak maupun dewasa yang bisa merasakan manfaat dari gigi yang kuat dan mulut yang sehat, terutama dalam menghadapi bulan Ramadan. Kegiatan serupa masih akan berjalan sepanjang tahun 2024 sampai akhir tahun melalui Hari Kesehatan Gigi dan Mulut atau World Oral Health Day (WOHD) dan Bulan Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (BKGN) di berbagai kota di Indonesia agar dampak positif yang diberikan lebih merata di seluruh Indonesia,” tutup Ratu Mirah.
Berita Terkait
-
Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral
-
Apa Alasan Setiap Tamu Negara Diajak ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta?
-
Si Loreng dan Wirabumi: Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran yang Curi Perhatian di Istiqlal
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien