Suara.com - Di tengah isu krisis sampah yang semakin memprihatinkan, memilah sampah dari sumbernya menjadi langkah kecil yang krusial untuk menuju lingkungan yang bersih dan sehat. Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia.
Dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto, partisipasi publik secara masif merupakan kunci untuk mengurangi penumpukan sampah, khususnya plastik. Itu sebabnya, pihaknya terus mengajak masyarakat Jakarta untuk memilah sampah dari sumbernya, sebagai awal pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan cara memilah sampah berdasarkan kategori. Dan menurutnya, ini merupakan tahap awal di lingkup rumah tangga, untuk nantinya menuju ke proses daur ulang plastik di skala yang lebih besar.
Untuk itu, Asep juga mengatakan betapa pentingnya gerakan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Persampahan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, seperti mulai dari perusahaan produsen plastik, perusahaan makanan dan minuman, pegiat lingkungan, dan juga akademisi.
Salah satu kolaborasi dilakukan bersama Yayasan WINGS Peduli melalui gerakan #PilahDariSekarang, dengan mengedukasi masyarakat melakukan 3 langkah “KPS”, yakni Kenali bahan baku sampah, Pilah berdasarkan kategori, dan Setor ke Bank Sampah.
Hingga saat ini, Yayasan WINGS Peduli telah mengedukasi lebih dari 20 ribu masyarakat, yang didominasi oleh ibu rumah tangga dan pelajar, di 20 kota/kabupaten di Indonesia.
Yayasan WINGS Peduli juga mengajak karyawan WINGS Group untuk melakukan gerakan #PilahDariSekarang di lingkungan kantor sebagai langkah memulai sustainable living atau hidup berkelanjutan. Untuk mendukung program ini, manajemen pun melengkapi fasilitas pengelolaan sampah, seperti tempat sampah pilah, dan melakukan kategorisasi sampah di area penyimpanan sampah sementara dan akhir.
Sebagai kampanye berbasis edukasi, Yayasan WINGS Peduli juga melengkapi kampanye #PilahDariSekarang dengan program pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Di tingkat hulu, Yayasan bersama brand berinovasi menggunakan kemasan rPET untuk beberapa produk minuman. Di tingkat tengah, Yayasan WINGS Peduli juga meresmikan Bank Sampah berikut dengan fasilitas pendukungnya seperti TPS dan trash boom, hingga Aksi Bersih di laut, sungai, dan kali.
Sedangkan di tingkat hilir, Yayasan berkolaborasi dengan beberapa pihak, seperti membuat instalasi seni bernama Plasti(C)ity bersama organisasi arsitektur dan pengolahan plastik menjadi produk baru lalu dijual menjadi salah satu sumber dana beasiswa untuk salah satu sekolah tinggi di Jakarta.
Baca Juga: Riset: Konsumen Mulai Ogah Gunakan Kemasan Plastik untuk Makanan dan Minuman
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan
-
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung
-
Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa