Suara.com - Cetta, penyedia solusi IT dan perangkat lunak Indonesia, telah meraih reputasi cemerlang berkat solusi perangkat lunak pemantauan kualitas udara dan emisi yang inovatif. Kontribusinya menjadi elemen penting dalam perangkat lunak dan integrasi untuk solusi seperti Sistem Pemantauan Kualitas Udara (AQMS), Sistem Pemantauan Emisi Berkelanjutan (CEMS), dan Sistem Peringatan Dini (EWS).
Baru-baru ini, Cetta mengumumkan akuisisi startup AI asal Singapura, EAS.ai. Akuisisi ini akan memperkuat posisi Cetta sebagai pemimpin dalam industri teknologi lingkungan di Indonesia dengan mengembangkan kemampuan teknologi AI-nya serta membuka peluang pasar baru seperti di bidang militer, penerbangan, dan perawatan kesehatan.
EAS.ai adalah startup asal Singapura yang berfokus pada AI dan Teknologi 4.0 dengan portofolio mengesankan di sektor militer, penerbangan, dan perawatan kesehatan. Perusahaan ini unggul dalam AI dan ilmu data, platform low-code dan no-code, serta inisiatif transformasi digital.
Inovasi beragam EAS.ai meliputi AI yang memindai dan memoderasi konten dari platform sosial seperti YouTube untuk mengidentifikasi potensi ancaman keamanan nasional, transkripsi bicara ke teks secara real-time, dan notifikasi yang dipicu oleh AI untuk meningkatkan komunikasi lalu lintas udara, serta analitik prediktif untuk mengidentifikasi risiko kesehatan secara dini dan memberikan hasil diagnosa yang lebih baik bagi pasien.
Dengan kompetensi inti yang beragam, EAS.ai akan secara signifikan meningkatkan portfolio Cetta dengan memungkinkan fitur tingkat tinggi seperti AI prediktif dan intervensi pencegahan.
Sebagai contoh, keahlian EAS.ai dalam pembelajaran mesin dan analitik data akan memungkinkan Cetta dalam mengembangkan sistem pemantauan kualitas udara yang lebih canggih untuk memprediksi tingkat polusi dengan lebih akurat dan menginisiasi langkah pencegahan. Keahlian EAS.ai dalam sektor militer, penerbangan, dan bidang kesehatan juga membuka jalan baru bagi Cetta dalam mengembangkan solusi.
Akuisisi ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan menuju tujuan strategis Cetta. Langkah ini turut menegaskan komitmen Cetta untuk memanfaatkan teknologi dalam menangani tantangan lingkungan, memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin yang berpikiran maju.
Saat ini beberapa proyek menjanjikan sedang dalam tahap pengerjaan, seperti pengembangan perangkat lunak Fortech Gas Rumah Kaca (GRK) yang memfasilitasi inventarisasi emisi gas rumah kaca dan memiliki cakupan yang lebih luas dalam pemantauan emisi secara nasional.
Proyek lainnya adalah Fortech City, sebuah platform pemantauan kualitas udara canggih yang menyediakan data real-time dan analisis polutan komprehensif, yang berfungsi untuk mengelola kualitas udara di perkotaan secara efektif dan mampu membantu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Daftar Laptop dengan Copilot+ PC, Calon Pembunuh MacBook Apple
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?