Suara.com - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) pengelola kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, tengah melakukan rangkaian kegiatan merevitalisasi lapangan/field of play (FOP) di Stadion Utama GBK dalam rangka peningkatan kualitas layanan publik.
Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Sekretariat Negara yang ditugasi untuk mengelola di kawasan GBK. Pekerjaan revitalisasi FOP Stadion Utama GBK di tahun 2024 ini dilakukan untuk mendukung prestasi olahraga nasional pada ajang sepakbola internasional kualifikasi Piala Dunia Tahun 2026 Zona Asia babak ketiga.
Revitalisasi lapisan rumput berikut rangkaian proses di dalamnya ini melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholder), konsultan dan tenaga ahli yang telah berpengalaman dalam menangani pengelolaan stadion multifungs berkelas internasional.
Pekerjaan revitalisasi dimulai sejak bulan Juni hingga Oktober 2024. Rincian pekerjaan dimaksud terdiri dari:
1. Pemeriksaan laboratorium;
2. Sterilisasi media tanam;
3. Leveling media tanam;
4. Penanaman rumput;
5. Proses grow-in dan perawatan intens;
Baca Juga: 6 Perbaikan yang Dilakukan di SUGBK Jelang Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026
6. Uji fungsi dan monitoring visual lapangan;
Pekerjaan revitalisasi lapangan sepak bola di Stadion Utama GBK merupakan bagian dari rencana induk tahun 2024/2025 untuk menuju GBK yang berstandar internasional. Venue yang memerlukan perawatan rumput terdiri dari Stadion Utama, Lapangan Sepak Bola, Stadion Madya, Baseball, dan Softball. Untuk pemeliharaan rumput seluruh stadion tersebut secara rutin, GBK menyiapkan anggaran tahunan antara Rp5 milyar sampai dengan Rp9 milyar tergantung pada kondisi aktual rumput pada saat akan digunakan. Dalam kesempatan tersebut,
Direktur Umum PPKGBK, Hadi Sulistia, menyampaikan bahwa setelah melakukan serangkaian kajian, GBK mempertimbangkan untuk melakukan modernisasi pemeliharaan rumput dengan mengadopsi teknologi yang sudah diimplementasikan di negara tetangga Singapura.
“Dengan berbagai pertimbangan termasuk perlindungan cagar budaya, maka modernisasi pemeliharaan rumput yang paling sesuai untuk GBK adalah teknologi yang diimplentasikan di Singapura. Mereka membutuhkan waktu 7 tahun proses uji coba sebelum menemukan teknologi yang saat ini mereka terapkan. Alhamdulillah, sejauh ini mereka sangat terbuka untuk berbagi pengalaman. Namun demikian, untuk melakukan modernisasi tersebut diperlukan persiapan nursery yang memadai dan pengadaan peralatan khusus yang memerlukan waktu minimal 1 tahun," tambah Hadi.
Hadi mengatakan GBK akan terus mengupayakan peningkatan kualitas layanan publik termasuk di dalamnya mengelola kawasan secara multifungsi sesuai tata kelola dan prinsip-prinsip Badan Layanan Umum. “Pekerjaan revitalisasi lapangan SUGBK ini merupakan bagian dari komitmen manajemen dalam rangka menghadirkan layanan terbaik bagi publik. Sebagai BLU, GBK melakukan optimalisasi pemanfaatan aset milik negara demi memenuhi kebutuhan akan venue olahraga, edukasi, hiburan, hingga kegiatan kenegaraan,” tutup Hadi.
Berita Terkait
-
Filipina Siapkan Stadion Megah, Bujuk Taylor Swift Konser Perdana di Sana
-
Nasib Jakarta Tinggu Nunggu Hari, Begini Status GBK dan Monas usai Ibu Kota Pindah ke IKN
-
Tak Cuma Olahraga, Kawasan GBK Disulap Jadi Pusat Hiburan Kelas Dunia
-
Masalah Klasik Hinggapi Timnas Indonesia Jelang Hadapi Jepang di GBK
-
Dibantai Timnas Indonesia U-16 Lima Gol, Pelatih Vietnam Sebut Ada Kesalahan Konyol
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence