“Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, Governance/ESG) merupakan tiga pilar penting dalam menilai performa bisnis properti saat ini,” ungkap Ardiadi.
ESG digunakan sebagai indikator pelaporan aktivitas non finansial dari suatu produk yang diinvestasikan. Dalam beberapa tahun terakhir, penerapan ESG sudah menjadi fokus pengembang properti di Tanah Air seiring dengan tren konsumen yang mengarah kepada produk berkelanjutan.
Menurut Ardiadi, Milenial dan Gen Z terutama kalangan eksekutif mapan cukup detail dalam melihat fasilitas-fasilitas yang ada di sekitar proyek properti, seperti ruang terbuka hijau, ruang interaksi, sarana olahraga untuk jogging dan lainnya. Saat ini, penerapan prinsip ESG bermanfaat untuk nilai investasi.
Paramount Land Hadirkan Mega District Terbaru
Selain sukses membangun dan memasarkan aneka properti residensial dan komersial, Paramount Land di penghujung Juli 2024 akan menghadirkan kawasan Mega District terbaru ‘Pasadena Central District’ seluas 40 ha. Produk residensial pertama dari distrik tersebut yaitu Grand Pasadena Village ‘Prestigious Living in the Vibrant New Mega District’.
Pasadena Central District yang berada di selatan Gading Serpong ini akan terkoneksi langsung dengan akses jalan baru penghubung Gading Serpong dan BSD City. Hal ini akan memudahkan pengunjung dari luar Gading Serpong untuk mengakses area tersebut dari Tol Jakarta-Merak, Tol Serpong-Balaraja, dan Tol JORR W2 ruas TB Simatupang.
Salah satu district yang akan melengkapi kawasan tersebut adalah Manhattan District, commercial epicentrum seluas 22 hektare yang vibrant dan full of experience. Kawasan yang telah diluncurkan sejak akhir tahun 2021 hadir sebagai area komersial dengan konsep multi-experiences sesuai kebutuhan masyarakat.
“Manhattan District dikembangkan sebagai area komersial street level yang mengintegrasikan ruang indoor dan outdoor untuk menunjang kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, serta menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Perkembangan penjualan unit Manhattan District tercatat sangat baik, per April 2024, total 95% produk telah diserap pasar,” jelas Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi.
Menurut Nawawi, melanjutkan keberhasilan Manhattan District, Pasadena Central District akan dikembangkan sebagai mixed-use yang sangat lengkap, dengan akses hanya 10 menit dari dan ke Pasadena Grand Residences. Diperkirakan akan menjadi kawasan komersial yang lengkap dan dapat memenuhi kebutuhan harian penghuni seperti City within a City.”
Baca Juga: Sasar Kaum Milenial, Apartemen Emerald Bintaro Gelar Topping Off Tower C
Dengan segala keunggulan tersebut, prospek Pasadena Central District di Gading Serpong ini akan menjadi pilihan favorit masyarakat dimasa depan. Kawasan residensial dan komersial yang terpadu dengan konektivitas, fasilitas lengkap, captive market sudah terbentuk, sehingga penghuni dapat melakukan segala aktivitas dalam waktu singkat. Bagi calon pebisnis pun demikian akan dimudahkan dalam mencari jenis bisnis atau usaha yang cocok untuk dikembangkan dan memiliki peluang lebih menjanjikan.
Success story pengembangan proyek komersial Paramount Land yang sudah terbukti, seperti area komersial Aniva, Omaha, Sorrento, Maggiore, dan lainnya bisa semakin menegaskan prospek Pasadena Central District. Pengalaman tersebut diterapkan dan semakin dikembangkan untuk menghasilkan Mega District yang memiliki daya jual tinggi dan value for money yang tinggi.
Riset internal Paramount Land mencatat, setidaknya lebih dari 100 bisnis baru dibuka setiap bulannya di Gading Serpong. Kehadiran Central Business District yang tersebar di Gading Serpong menjadikan kota ini terkenal sebagai pusat kuliner, bisnis, perkantoran, dan lifestyle yang terintegrasi, yang tidak hanya mendongkrak roda perekonomian Gading Serpong dan sekitarnya, tapi juga Tangerang Raya.
Norman Daulay, Direktur Paramount Land menjelaskan, “Berdasarkan riset kecil yang dilakukan Paramount Land, kunci kesuksesan perkembangan produk komersial Paramount Land di Gading Serpong terletak pada tiga hal; aksesibilitas atau keterjangkauan lokasi; visibilitas atau kemudahan untuk ditemukan/ dilihat dari jauh; dan ekspansi atau kemudahan untuk pengembangan bisnis.
Paramount Land juga selalu mengutamakan terciptanya long-term sustainable business melalui diferensiasi dan inovasi produk, serta pengelompokan bisnis berdasarkan jenis usahanya, sehingga tercipta multiplier effect untuk menarik konsumen dan memperluas eksposur bisnis, seperti yang terjadi di pusat kuliner Pisa Grande, Sorrento, Aniva, dan sekitarnya.
Dengan investasi properti maka berpeluang mendapatkan keuntungkan ganda: capital gain dan return on investment yang tinggi di kota Gading Serpong.
Berita Terkait
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Aset Properti BUMN Tak Laku, Apa yang Dilakukan Danantara
-
Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah
-
Cari Hunian Impian Lebih Mudah, Ada Promo KPR Bunga Mulai 1,75% di BRI x REI Expo Semarang 2026
-
Cikarang Makin Dilirik Investor, Hunian Sekaligus Ruang Usaha Menjamur
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123