BANDUNG – Global warming atau pemanasan global bukan hanya sekedar isu oleh pihak tertentu. Namun di balik itu, pemanasan global sudah menjadi ancaman yang nyata bagi dunia, termasuk Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam perhelatan 10 Tahun Forum Pemred, Jakarta, Jumat (5/8/2022).
Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut, pemanasan global sedikitnya berdampak pada ratusan hektare lahan di wilayah Subang dan Bekasi sudah terendam air laut.
“Di wilayah saya (Suband dan Bekasi), 700 hektar tanah sudah berubah jadi air laut. Di saat kita hidup, global warming itu nyata," ujar Ridwan Kamil.
Global warming dan pandemi Covid-19, kata Ridwan Kamil, menjadi dua diantara tiga guncangan atau disrupsi yang dihadapi seluruh dunia saat ini. Termasuk pandemi Covid-19, yang akhirnya mengubah pola hidup seluruh masyarakat di dunia.
"Bapak, ibu yang duduk di sini, dunia ini sedang terguncang oleh tiga guncangan disrupsi. Satu, disrupsi pandemi, mengubah gaya hidup, merugikan ekonomi, membuat adaptasi baru," tandasnya.
Satu guncangan lagi, lanjut Ridwan Kamil, adalah revolusi digital. Dengan alasan tersebut, tegas Ridwan Kamil, kemampuan sumber daya manusia (SDM) terhadap teknologi perlu ditingkatkan. Jika tidak, maka manusia akan tersingkirkan oleh teknologi.
"Kita diguncang oleh revolusi digital. Yang tidak punya skill digital akan ketinggalan, masuk golongan 80 juta pekerjaan golongan yang akan hilang. Tapi revolusi digital juga akan menghasilkan 100 juta definisi baru pekerjaan yang akan hadir, yang akan disambut oleh anak, cucu saya dan anak cucu bapak dan ibu," tandas Ridwan Kamil. (*)
Baca Juga: Rohimah Mantan Istri Kiwil Diam-Diam Lakukan Operasi, Sakit Apa?
Berita Terkait
-
Ridwan Kamil: Bangsa Ini Kalau Terus Bertengkar Tidak Akan Berkembang dan Produktif
-
Ridwan Kamil Nasihati Guru dan Kepala Sekolah: Jangan Kurikulum Zaman Saya Dipaksakan Hari Ini
-
Ridwan Kamil Akan Maju di Capres 2024, Kalau
-
Ridwan Kamil Gandeng Bonge Citayam Resmikan Situ Rawa Kalong Depok
-
Jangan Sampai Terlewat, Pemkab Bekasi Gelar Diskon Produk UMKM di 36 Gerai Mitra
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator