TANGERANG - Polisi periksa enam orang saksi terkait meninggalnya BD (15) santri yang tewas diduga karena mendapatkan kekerasan dari temannya. Pemeriksaan terhadap saksi dilakukan di Polsek Cisoka.
Kapolsek Cisoka AKP Nur Rokhman menerangkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dari Pondok Pesantren Ponpes Daar El Qolam di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten.
Lanjutnya, korban meninggal dunia sekitar pukul 13.30 WIB. Kajadian tersebut dilaporkan oleh temannya ke pengasuh Ponpes Daar El Qolam ketika korban tidak sadarkan diri di dalam kamarnya.
"Kemudian saksi mengecek ke kamar santri dan setelah di cek benar BD sudah tidak sadarkan diri, dan dibawa langsung oleh pengasuhnya ke klinik Gita Farma," katanya.
Kata dia, berdasarkan hasil keterangan saksi korban BD tidak sadarkan diri setelah berkelahi dengan satu orang rekannya.
"Ini bermula dari pelaku mendatangi kamar nomor enam, kamar korban, tujuannya mau menanyakan Dimas (teman). Setelah itu pelaku mendorong pintu kamar mandi, ternyata pintu mengenai korban, lalu korban marah. Setelah keluar dari kamar mandi, mereka langsung berkelahi," jelasnya melansir dari Antara.
Setelah keduanya berkelahi, santri lain yang menyaksikan kejadian pun mencoba melerainya. Meski demikian, kemarahan korban terhadap pelaku masih berlanjut dengan terus berbicara sehingga pelaku terpancing emosi.
"Dan akhirnya pelaku pun balik lagi ke dalam kamar untuk memukul korban. Saat itu korban sedang memakai pakaian, korban dipukul dan ditendang," ujarnya.
Tindak kekerasan yang diberikan pelaku membuat korban langsung terjatuh dan ditinggal ke luar kamar
Baca Juga: Miris! Seorang Santri Tewas Ditangan Temannya Sendiri
"Korban setelah kejadian langsung diam, karena merasa sakit kepala dan dia tidur," katanya.
Lebih lanjut, atas peristiwa tersebut polisi langsung turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi dan melakukan otopsi terhadap korban untuk mengetahui penyebab kematiannya.
"Dari pihak keluarga korban sudah membuat laporan polisi di Polres dan pihak keluarga korban juga bersedia melakukan otopsi," pungkasnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
6 Sepatu Volly Terbaik Selain Mizuno dengan Outsole Anti Slip dan Bantalan Super Nyaman
-
Indosat Dorong Akselerasi AI Terapan Skala Nasional
-
Klarifikasi Pemprov Kaltim Terkait Flyer Debat Rudy Mas'ud vs BEM KM Unmul
-
Reapply Sunscreen Perlu Cuci Muka Dulu atau Tidak? Begini Anjuran Dokter
-
Kia Siapkan Gebrakan Besar di Indonesia Lewat Produksi Lokal dan Mobil Listrik Baru
-
5 Mobil 40 Jutaan Favorit Ibu Rumah Tangga, Anti Boros Bensin dan Gampang Parkir
-
Profil Timnas Haiti: Kuda Hitam Karibia yang Kembali ke Piala Dunia Setelah Penantian 52 Tahun
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Lamine Yamal Mulai Latihan Pemulihan Cedera Demi Membela Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026