/
Senin, 08 Agustus 2022 | 15:56 WIB
Ilustrasi kekerasan. (Istimewa)

TANGERANG - Polisi periksa enam orang saksi terkait meninggalnya BD (15) santri yang tewas diduga karena mendapatkan kekerasan dari temannya. Pemeriksaan terhadap saksi dilakukan di Polsek Cisoka.

Kapolsek Cisoka AKP Nur Rokhman menerangkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dari Pondok Pesantren Ponpes Daar El Qolam di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten.

Lanjutnya, korban meninggal dunia sekitar pukul 13.30 WIB. Kajadian tersebut dilaporkan oleh temannya ke pengasuh Ponpes Daar El Qolam ketika korban tidak sadarkan diri di dalam kamarnya.

"Kemudian saksi mengecek ke kamar santri dan setelah di cek benar BD sudah tidak sadarkan diri, dan dibawa langsung oleh pengasuhnya ke klinik Gita Farma," katanya.

Kata dia, berdasarkan hasil keterangan saksi korban BD tidak sadarkan diri setelah berkelahi dengan satu orang rekannya.

"Ini bermula dari pelaku mendatangi kamar nomor enam, kamar korban, tujuannya mau menanyakan Dimas (teman). Setelah itu pelaku mendorong pintu kamar mandi, ternyata pintu mengenai korban, lalu korban marah. Setelah keluar dari kamar mandi, mereka langsung berkelahi," jelasnya melansir dari Antara.

Setelah keduanya berkelahi, santri lain yang menyaksikan kejadian pun mencoba melerainya. Meski demikian, kemarahan korban terhadap pelaku masih berlanjut dengan terus berbicara sehingga pelaku terpancing emosi.

"Dan akhirnya pelaku pun balik lagi ke dalam kamar untuk memukul korban. Saat itu korban sedang memakai pakaian, korban dipukul dan ditendang," ujarnya.

Tindak kekerasan yang diberikan pelaku membuat korban langsung terjatuh dan ditinggal ke luar kamar

Baca Juga: Miris! Seorang Santri Tewas Ditangan Temannya Sendiri

"Korban setelah kejadian langsung diam, karena merasa sakit kepala dan dia tidur," katanya.

Lebih lanjut, atas peristiwa tersebut polisi langsung turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi dan melakukan otopsi terhadap korban untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Dari pihak keluarga korban sudah membuat laporan polisi di Polres dan pihak keluarga korban juga bersedia melakukan otopsi," pungkasnya. ***

Load More