/
Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:36 WIB
Ilustrasi panjat pinang. ((Pixabay/anassueb))

PURWASUKA - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia tinggal beberapa hari lagi, tepatnya 17 Agustus 2022. Biasanya, menjelang itu, ada perlombaan 17 Agustus yang digelar seperti panjat pinang.

Selain itu, perlombaan 17 Agustus yang biasa digelar ini terdiri dari makan kerupuk, menangkap belut, lari karung, dan tak ketingalan lomba pajat Pinang.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa perlombaan 17 Agustus panjat pinang sudah ada sejak zaman penjajahan belanda, pada masa itu lomba panjat pinang disebut “De Klimmast” atau memanjat tiang.

Dilansir dari unggahan facebook @Andi Wahida Wahida, pada masa itu panjat pinang diadakan setiap tanggal 31 Agustus untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina dan tahun baru.

Tidak hanya itu saja, lomba panjat pinang ini diadakan oleh orang Belanda jika sedang mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan dan lain-lain.

Hadiah yang diperebutkan biasanya berupa bahan makanan, seperti keju, gula, serta pakaian, sebab di kalangan pribumi barang tersebut termasuk mewah yang sulit untuk didapatkan masyarakat pribumi kala itu. Maka tidak heran jika masyarakat pribumi akan berlomba-lomba untuk mengambil hadiah itu.

Kala itu, para penjajah memasang batang pohon pinang yang telah dilumuri minyak atau oli di sebuah tanah lapang untuk dipanjat masyarakat pribumi.

Saat bersusah payah memanjat pohon pinang, untuk mengambil hadiah, para orang Belanda menontonnya sambil tertawa.

Tidak heran jika, banyak masyarakat yang menentang adanya perlombaan panjat pinang. Hal ini lantaran adanya kenangan buruk di masa lalu yang diterima masyarakat Indonesia kala itu.***

Load More