/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 20:48 WIB
Kuat Ma'ruf, sopir Irjen Ferdy Sambo.

JAKARTA Mabes Polri telah menetapkan sedikitnya 5 (lima) orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat  atau Brigadir J. Dari kelima tersangka di antaranya Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal Wibowo (Brigadir RR), Bharada Richard Eliezer Pudhihang Lumiu (Bharada E) dan Putri Candrawathi (istri Irjen Ferdy Sambo) serta Kuat Ma’ruf (sopir Irjen Ferdy Sambo).

Dari kelima tersangka, Kuat Ma’ruf merupakan sosok yang belum banyak diketahui publik. Dilansir dari detik.com, Kuat Ma'ruf diketahui merupakan sopir Irjen Sambo.

Namun dia bukan sopir biasa. Kuat juga sudah lama menjadi asisten rumah tangga (ART) di keluarga Sambo.

Kuat dipercaya keluarga Sambo tak hanya dalam mengemudikan mobil. Lebih dari itu, informasi dari Kuat juga begitu dipercayai Sambo.

Meski berstatus warga sipil, Kuat juga punya atau diberi kekuasaan (power) lebih, bahkan di atas ajudan Ferdy Sambo yang merupakan anggota Polri.

Hal-hal tak biasa yang dimiliki Kuat itu diduga karena pria tersebut sudah lama menjadi bagian dari keluarga Sambo.

Malah, belakangan terungkap, Kuat Ma'ruf pernah menyampaikan ancaman pembunuhan kepada Brigadir J. Dia merupakan sosok 'skuad lama' yang pernah diceritakan Brigadir J kepada sang kekasih, Vera Simanjuntak.

"Kami komunikasi dengan Vera dan kami mendapatkan keterangan cukup detail. Memang betul tanggal 7 Juli malam, ada ancaman pembunuhan," ucap Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam rapat dengan Komisi III DPR di gedung DPR, Jakarta, Senin (22/8).

Anam lalu menirukan pernyataan Vera saat itu. Anam menyampaikan kalimat ancaman yang diterima oleh Brigadir Yosua lalu diceritakan ke Vera.

Baca Juga: Syarat Jadi Anggota DPR, Lulusan SMA dan Mantan Koruptor Boleh Daftar

"Kurang lebih kalimatnya begini: jadi Yosua dilarang naik ke atas menemui Ibu P karena membuat Ibu P sakit. Kalau naik ke atas, akan dibunuh," kata Anam menirukan isi ancaman yang disampaikan Vera.

Kala itu, Vera menyebut ancaman berasal dari 'skuad'. Tapi Vera tak tahu siapa yang dimaksud dengan 'skuad' yang mengancam Brigadir J.

"Siapa yang melakukan? Vera bilang oleh skuad. Skuad ini siapa, apa ADC apa penjaga, sama-sama tidak tahu, saya juga tidak tahu," papar Anam.

"Ujungnya nanti kita tahu bahwa skuad yang dimaksud itu adalah Kuat Ma'ruf. Si Kuat, bukan skuad penjaga ternyata," sambung Anam. (*)

Load More