/
Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:30 WIB
Ahmad Al Minangkabawi.

Namanya Syaikh Ahmad Al Khathib dilahirkan di Koto Tuo, Desa Kota Gadang, Kecamatan Ampek Angkek Angkat Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada hari Senin 6 Dzul Hijjah 1276 H bertepatan dengan 26 Mei 1860 M di tengah keluarga bangsawan.

Kakeknya bernama Abdullah atau buyutnya adalah seorang ulama kenamaan. Oleh masyarakat Koto Gadang, Abdullah ditunjuk sebagai imam dan khathib.

Sejak itulah gelar Khathib Nagari melekat dibelakang namanya dan berlanjut ke keturunannya di kemudian hari.

Ahmad sempat mengenyam pendidikan formal di kampung kelahirannya, yaitu pendidikan dasar dan berlanjut ke Sekolah Raja atau Kweek School yang tamat tahun 1871 M.

Di samping belajar di pendidikan formal yang dikelola Belanda itu, Ahmad kecil juga mempelajari mabadi (dasar-dasar) ilmu agama dari Syaikh Abdul Lathif, sang ayah.

Dari sang ayah pula, Ahmad kecil menghafal Al Quran dan berhasil menghafalkan beberapa juz. Pada tahun 1287 H, Ahmad kecil diajak oleh sang ayah, Abdul Lathif, ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

Setelah selesai menunaikan ibadah haji, Abdullah kembali ke Sumatera Barat sementara Ahmad tetap tinggal di Makkah untuk menyelesaikan hafalan Al Qurannya dan menuntut ilmu dari para ulama-ulama Makkah terutama yang mengajar di Masjid Al Haram.

Kealiman Syaikh Ahmad dibuktikan dengan diangkatnya beliau menjadi imam dan khathib sekaligus staf pengajar di Masjid Al Haram.

Jabatan sebagai imam dan khathib bukanlah jabatan yang mudah diperoleh. Jabatan ini hanya diperuntukkan orang-orang yang memiliki keilmuan yang tinggi.

Baca Juga: Ulasan Buku Biografi Imam Syafii, Mengenal Tokoh Intelektual Inspiratif

Ahmad Al Khathib dikenal ditengah masyarakat dengan baik hatinya, mulia akhlaknya, lurus niatnya, tidak suka menjilat (cari muka), dan amat murka dengan orang-orang yang sombong, dan lapang dadfa.

Pada tanggal 9 Jumadil Ula tahun 1334 H, Allah memanggil Syaikh Ahmad ke hadhirat-Nya. Jasad beliau memang sudah tiada, namun kehadirannya seakan-akan masih bisa dirasakan karena keilmuan dan karya-karya ilmiahnya.(*)

Load More