/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 11:34 WIB
Ilustrasi investasi (Shutterstock)

KARAWANG - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, Eka Sanatha mengatakan, tingginya angka investasi di wilayahnya tidak berbanding lurus dengan angka serapan tenaga kerja.

Bahkan, pada tahun ini angka serapan kerja di Kabupaten Karawang menurun jika dibandingkan dengan semester pertama tahun 2021 lalu. Pada semeseter pertama tahun ini tenaga kerja yang terserap hanya 4.524 orang.

Namun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.226 orang. Artinya mengalami penurunan sebanyak 1.702 orang atau turun 32,73 persen.

Menurut Eka, pada tahun ini serapan investasi banyak yang tergolong pada modal. Hal ini yang diduga menjadi penyebabnya, diharapkan kedepannya banyak investasi yang bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja sehingga bisa berdampak ke yang lain.

"Sehingga multiplier efek dari masuknya investasi di Karawang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat," ucapnya.

Dia menerangkan, berdasarkan data realisasi investasi pada semester pertama 2022 mencapai Rp15,27 triliun atau sudah mencapai 51,16 persen.

Melansir dari Antara, jumlah ini sudah melebihi dari target yang telah ditentukan Pemerintah Jawa Barat yakni sebesar Rp29,85 triliun. ***

Load More