Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) kini tengah fokus dan memberikan perhatian serius kepada kelompok masyarakat yang rentan tertular penyakit HIV/AIDS.
Populasi yang menjadi kunci utama menjadi target adalah wanita penjaja seks, lelaki suka lelaki, penggunaan narkoba suntik, waria, para ibu hamil pasien TB, warga binaan pemasyarakatan, serta orang yang pasangannya mengidap positif HIV.
Dinkes Jabar telah memberikan fasilitas tes HIV setiap tahunnya kepada kelompok rentan tersebut, serta pemberian pengobatan ARV kepada penderita HIV/AIDS (ODHA).
Kepala Dinkes Provinsi Jabar, Nina Susana Dewi mengungkapkan bahwa perhatian serius tersebut diberikan karena selalu ditemukan laporan baru para penderita HIV positif.
"Dinkes terus memberikan layanan konseling dan tes HIV yang dilaksanakan di 1.289 fasilitas kesehatan, diantaranya terdapat 153 lokasi pemberian pengobatan ARV," kata Nina.
Dinkes Jabar juga mewajibkan bagi ibu hamil pada trimester pertama yang mengunjungi fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS untuk melakukan tes penyakit sifilis, HIV dan hepatitis B.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar, Ryan Bayusantika Ristandi mengatakan, Kemenkes RI telah mengalokasikan sebanyak 425.808 kondom untuk di Jawa Barat.
Dari data Dinkes Jabar selama tahun 2021, tercatat penambahan kasus HIV positif sebanyak 5.444 orang. Diantaranya 4.165 orang saat ini masih rutin menjalani pengobatan.
Sementara hingga Juni 2022, di Jawa Barat tercatat sebanyak 55.069 orang penderita HIV Positif, dan penderita AIDS mencapai 12.223 orang.(*)
Baca Juga: Bunda Cinta Geram 100 Persen Tidak Setuju Poligami Solusi Cegah HIV/ AIDS, Wagub Jabar Minta Maaf
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim