/
Jum'at, 02 September 2022 | 19:08 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan istri, Atalia Kamil (IG/ataliapr) (Suara.com)

SuaraBandungBarat.id - Dampak dari pernyataan Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum terkait menikah muda dan poligami jadi solusi untuk mencegah penularan HIV/ AIDS, menuai kritik bahkan hujatan dari berbagai kalangan. Satu diantaranya adalah istri dari Gubernur Jabar, Atalia Praratya Kamil. 

Pernyataan itu menuai polemik hingga akhirnya Uu mengucapkan kata maaf.

Namun demikian, pernyataan Wakil Gubernur Jabar itu ternyata membuat Ketua TP PKK Jawa Barat Atalia Praratya Kamil bersuara. Mewakili para istri, Atalia menegaskan tak setuju dengan solusi tersebut.

"100 persen tidak setuju sebagai ibu-ibu. Itu istilahnya menyelesaikan masalah dengan masalah baru," kata Atalia saat berkunjung ke Padalarang, Bandung Barat pada Jumat (2/9/2022).

Belakangan ini, tambah Atalia, banyak sekali isu yang beredar seputar HIV/AIDS yang menurutnya tidak semuanya benar. Seperti mencuat pinfomasi bahwa ngobrol hingga makan bersama bisa terkena HIV-AIDS.

Ia menegaskan hal itu belum tentu benar. Sebab setau dia penularan penyakit mematikan itu biasanya melalui cairan tubuh dengan cara berhubungan seks, melalui darah hingga air susu ibu saat menyusui.

Kemudian yang terpenting, imbuh Atalia, tidak melakukan seks bebas apalagi sampai berganti-ganti pasangan.

"Yang paling penting ketika mereka sudah terjangkit mereka tidak boleh menularkan kepada orang lain. Artinya prilaku seksnya tidak boleh bebas. Mereka harus minum obat," imbuh Atalia.

Atalia yang kerap dipanggil Bunda CInta tersebut juga menekankan agar pendidikan seks ditanamkan sejak dini. Banyak orang beranggapan bahwa pendidikan seksual merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan dengan anak sebelum mereka dewasa.

Baca Juga: Pengusaha Supercar Rudy Salim Gandeng Pesulap Merah, Dibuatkan Wadah Digital: Berbau Penipuan dan Takhayul Kita Bongkar!

Padahal, kata Atialia, hal ini justru dapat memberikan pemahaman kepada anak dan membekali anak agar lebih sadar dan peduli dengan kesehatan seksual mereka nantinya.

Melalui diskusi seputar hal-hal yang bersifat seksual, anak pun bisa lebih memahami pentingnya seksualitas sebagai bagian dari kesehatan tubuh, bukan sekadar hubungan antara pria dan wanita. Pendidikan seksual merupakan informasi penting yang perlu diketahui oleh anak.

"Maka saya kira ini penting sekali seks edukasi sejak dini. Bagaimana mereka mengenal alat vital mereka kemudiam bagaimana tidak boleh memegang 4 titik dalam tubun mereka. Dari mulai tubuh, dada, alat viral dan pantan. Itu harus informasikan sejak dini," ungkap Atalia.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Sumber : Suara.com

Load More