PURWAKARTA - Dewan Pimpinan Cabang Organda Kabupaten Purwakarta menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Mereka pun mengancam akan menggelar aksi mogok beroperasi pada Senin (5/9/2022) besok.
Penolakan ini dituangkan Organda Kabupaten Purwakarta dalam sebuah surat pemberitahuan dengan nomor 013/)RG-PWK/IX/2022 yang diterima purwasuka.suara.com pada Minggu (4/9/2022).
Dalam surat tersebut tertanggal Minggu (4/9/2022) yang ditandatangani Ketua Organda Kabupaten Purwakarta RD.H. Tatan Margandi dan Sekretaris Organda Kabupaten Purwakarta Junaedi Tajudin menerangkan, bahwa aksi mogok ini akan dilakukan oleh angkot dan angdes di Kabupaten Purwakarta.
Diterangkannya, aksi ini merupakan buntut keputusan pemerintah yang menaikan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (3/9/2022).
"Sehubungan dengan naiknya harga BBM pada sabtu tanggal 3 September 2022, sesuai dengan hasil zoom meeting DPC ORGANDA SE - JAWA BARAT Bersama Ketua DPD ORGANDA JABAR pada tanggal 3 September 2022 jam 19.45 wib. Kami ORGANDA SE-JAWA BARAT MENOLAK KENAIKAN BBM," tulisnya, Minggu (4/9/2022).
Menurut Organda Kabupaten Purwakarta, kenaikan harga BBM bersubsidi ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan para sopir angkot dan angdes. Beban operasional pembelian BBM akan membengkak, ditambah lagi dengan kondisi penumpang yang belakangan ini sepi.
Tak hanya itu, dampaknya juga akan dirasakan oleh pihak lainnya bahkan akan menaikan harga bahan pokok. Tentunya ini berdampak nyata kepada masyarakat Indonesia.
"Karena dengan kenaikan BBM akan sangat mempengaruhi terhadap dunia transfortasi angkutan umum, baik angkutan umum orang maupun angkutan barang yang pasti akan berdampak pula terhadap sendi kehidupan ekonomi masyarakat," tulisnya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo resmi menaikkan harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar pada Sabtu (3/9/2022). Setelah resmi dinaikan, kini harga Pertalite menjadi Rp10.000 per liternya yang sebelumnya Rp7.650 per liter.
Baca Juga: BBM Naik, Ini Perubahan Tarif Angkot di Sukabumi
Kemudian, harga Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Lalu Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liternya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
Kirim Truk Kopi, Nam Ji Hyun Beri Dukungan Manis untuk Jang Nara dan PO
-
Di Sini Wilayah Paling Parah Akibat Gempa Venezuela, Banyak Orang Meninggal
-
3 Power Bank Jumbo dengan Panel Surya, Bisa Nyalakan Laptop dan Kipas Angin saat Mati Listrik
-
Viral! Pria Dilecehkan di Angkot Cipayung, Pelaku Dikepung Warga, Polisi Buru CCTV
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
Mau Ajukan Kartu Kredit Online? Kenali 4 Pilihan Kartu Kredit Bank Mega dan Keunggulannya
-
3 Pilihan Sepatu Lari Karbon Ardiles, Lengkap dengan Ulasan Jujur Pengguna
-
Pilih Soroti MBG dan KDMP, Tiyo Ardianto Tak Ambil Pusing Temuan Alat Pelacak