Proses pembuatan bahan bakar minyak (BBM) dimulai dengan proses pencarian minyak bumi, jika sudah ditemukan minyaknya dalam jumlah yang cukup banyak, lalu dilanjutkan dengan pemompaan.
Selama proses pemompaan dilakukan juga pemisahan minyak dengan air dan kotoran lainnya. Apalagi untuk sumur yang sudah berusia tua dan hasil minyak berkurang, maka perlu ditambahkan komponen untuk mengambil sisa minyak yang masih terperangkap di bebatuan.
Komponennya disebut dengan Enhanched Oil Recovery, yang dikombinasikan dengan uap panas, gas karbondioksida, cairan surfaktan, dan bahan kimia tambahan lainnya.
Setelah itu, minyak bumi tersebut diangkut ke tempat (pabrik) pengolahan minyak bumi (kilang) untuk dilakukan proses penyulingan I (distilasi), kemudian menghasilkan tiga produk yaitu fraksi LPG I, fraksi berat I, dan fraksi sedang I.
Hasil penyulingan Fraksi LPG I sebagian akan masuk reaktor isomerisasi menjadi bensin, dan sebagian lagi masuk reaktor reforming menjadi bensin serta kondensat.
Selanjutnya, fraksi sedang I dimasukkan ke dalam reaktor hydroteating sehingga menjadi minyak tanah, solar dan avtur.
Kemudian fraksi berat I masuk ke alat penyulingan (distilasi II) yang kemudian menghasilkan fraksi LPG II, fraksi Berat II, dan fraksi sedang II. Fraksi LPG II ini yang biasa kita pakai untuk masak di dapur.
Produk hasil fraksi sedang 2 sebagian masuk reaktor hidrocracking yang kemudian menghasilkan minyak tanah, avtur dan solar.
Terakhir, fraksi berat 2 masuk ke proses coking yang kemudian menghasilkan dua produk yaitu aspal dan petroleum coke (kokas). Kokas ini bisa dipakai sebagai bahan bakar padat seperti batu bara.(*)
Baca Juga: SPBU Vivo Kehabisan Stok BBM, Se Indonesia Cuma Ada 18 Stasiun
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar