/
Senin, 05 September 2022 | 05:40 WIB
Ilustrasi SPBU Vivo (migasESDM)

SuaraSerang.id - Pasca Pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi milik BUMN Pertamina kemarin, Sabtu (3/9/2022). Banyak masyarakat yang mencoba mencari alternatif BBM yang harga lebih murah, salah satunya yakni BBM milik SPBU Vivo.

Tak sedikit warga yang ingin beralih konsumi BBM kendaraannya ke BBM milik SPBU vivo, yang notabene harganya masih dibawah harga pertalite setelah mengalami kenaikan harga. Bahkan dalam 2 hari terakhir SPBU Vivo mengalami antrian pembeli yang membludak. 

Namun anehnya, sehari setelah harga Pertalite naik, stok BBM Vivo justru menghilang. Melansir laporan dari Detik.com, beberapa SPBU Vivo di kawasan Tangerang, tepatnya di kawasan Serpong, telihat tutup pada hari Minggu (9/4/2022). Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu Revvo 89 kehabisan stoknya. Ironisnya lagi, daftar harga Revvo yang biasanya terpampang di depan SPBU vivo pun tiba-tiba menghilang. 

Seperti diketahui, salah satu bahan bakar Vivo yang dikenal dengan nama Revvo 89 dibanderol dengan harga Rp 8.900 per liter. Harga ini lebih rendah dibandingkan pertalite yang banyak digunakan di masyarakat pasca mengalami kenaikan harga, yaitu Rp 10.000 per liter.

Salah satu petugas yang berada di lokasi SPBU Vivo itu menjelaskan bahwa pasokan Revvo 89 telah habis sejak tadi malam.

Setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga pertalite dan solar, SPBU Vivo langsung diserbu oleh para pemilik kendaraan dan antrean panjang kendaraan bermotor pun tak terhindarkan. 

Saat ditanya soal kabar kenaikan harga tersebut, petugas yang enggan disebutkan namanya itu mengaku belum mendapat informasi apapun. Revvo 89 masih dihargai Rp 8.900 per liter hingga saat penjualan terakhir. 


Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh serang.suara.com yang juga jaringan portal suara.com, SPBU Vivo ini dimiliki oleh PT Vivo Energi Indonesia, yang merupakan perusahaan anak usaha Vitol Group yang berbasis di negara Swiss. 

Perusahaan ini bergerak disektor energi minyak dan gas bumi yang didirikan di Rotterdam, Belanda, pada tahun 1966. SPBU Vivo telah resmi berada di Indonesia sejak lima tahun silam tepatnya pada tahun 2017 lalu.

Baca Juga: Putri Candrawathi Keterangannya Selalu Berubah, IPW: Harus Ditahan

Selain beroperasi di sejumlah kota di Indonesia, Vivo juga terdapat beberapa negara lainnya seperti di Belanda, London, Afrika, Singapura dan Australia.

Hingga Agustus 2022, Vivo baru hanya memiliki 18 SPBU di Indonesia yang tersebar di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta 11 SPBU, Jawa Barat 4 SPBU, dan Banten 3 SPBU.

****

Load More