PURWAKARTA - Sebanyak 225 personel Polres Purwakarta diterjunkan untuk mengamankan aksi sopir angkutan kota (Angkot) mogok beroperasi pada hari ini, Senin (5/9/2022). Ratusan personel ini pun di sebar ke sejumlah lokasi.
Kabag Ops Polres Purwakarta, Kompol Dadang Garnadi menerangkan, penempatan sejumlah personel di sejumlah lokasi ini guna mengantisipasi terjadinya kericuhan saat para sopir angkot melakukan aksi mogok.
Tak hanya antisipasi kericuhan, sejumlah personel Satlantas Polres Purwakarta disiagakan untuk mengantur lalu lintas ketika aksi mogok ini berlangsung. Sehingga tidak terjadi kemacetan lalu lintas.
“Kami selalu siap melakukan pengamanan untuk antisipasi terburuk. Bisa saja skenario buruk terjadi, hal itu juga sudah kami maping. Dengan 225 personil itu kami yakin aksi akan berjalan damai dan terkendali,” katanya, Senin (5/9/2022).
Para peserta aksi mogok ini pun diimbau agar tetap tertib saat melakukan aksi protesnya. Kemudian juga, pihaknya juga akan memberikan pengawalan terhadap angkutan yang memilih tetap beroperasi.
"Sesuai arahan Pak Kapolres Purwakarta, yang kita amankan dalam aksi unjuk rasa atau penyampaian aspirasi adalah fasilitas negara, umum, para peserta aksi unjuk rasa yang hadir maupun masyarakat lainnya yang beraktifitas. Laksanakan tugas sesuai SOP, humanis namun harus tegas apabila aksi tersebut sudah mengganggu ketertiban umum," katanya.
Dadang juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada peserta unjuk rasa karena aksi unras dilakukan dengan tertib dan aman.
"Kami ucapkan terimakasih kepada para sopir angkot yang sudah melakukan aksi secara damai aman ada kondusif. Trimakasih juga saya ucapkan untuk para personel yang terlibat pengamanan aksi ini, niatkan pelaksanaan tugas untuk ibadah tujuannya untuk kepentingan masyarakat dan ketertiban umum," tungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah sopir angkot jalur 05 memilih tidak ikut dalam aksi mogok bersama rekan-rekannya. Namun demikian, mereka memilih menaikan tarif angkot sebesar Rp2.000 meski menurutnya hal ini berat dilakukan.
Baca Juga: Ongkos Angkot di Cianjur Mulai Melakukan Penyesuaian, Ini Tarif Terbarunya
Akan tetapi, bila tidak dilakukan diyakini akan menambah beban operasional pembelian BBM mengingat harganya sudah naik sejak Sabtu (3/9/2022). Namun bila masih ada penumpang yang keberatan dengan tarif baru ini, mereka tetap akan menerimanya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob