SUBANG - Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kabupaten Subang memutuskan menaikan tarif angkutan kota (Angkot) sebesar 25 persen. Keputusan ini merespon naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar dan Pertamax yang diputuskan pemerintah pusat pada Sabtu (3/9/2022) lalu.
Wakil Ketua Organda Kabupaten Subang, Ahmad Jaelani Efendi mengatakan, naiknya harga BBM berpengaruh pada pendapatan sopir angkot. Hal ini karena beban biaya operasional untuk pembelian BBM meningkat dari sebelumnya.
Oleh karena itu, untuk menutupi membengkaknya biaya operasional maka diputuskan tarif angkot di Kabupaten Subang naik dengan rincian Rp2.000 untuk penumpang umum, dan Rp1.000 untuk pelajar.
"Kita melakukan kesepakatan pada hari Minggu kemarin, kita melakukan survei terlebih dahulu di lapangan, jadi kita melakukan penetapan kenaikan tarif angkot untuk penumpang umum rata-rata Rp2000 dan anak sekolah Rp1000 pada pekan ini," katanya pada Jumat (9/9/2022).
Besaran kenaikan tarif angkot ini berdasarkan hasil survei di lapangan. Tentunya dengan sejumlah pertimbangan, sehingga disepakati tarif angkot naik sebesar 25 persen.
Meski tarif angkot mengalami kenaikan, namun dia bersyukur tidak ada penolakan dari masyarakat.
"Alhamdulillah di lapangan tidak ada gejolak, bisa diterima oleh elemen masyarakat dan pengguna semua transportasi," ujar Ahmad mengutip dari DetikJabar.
Ahmad berharap, para sopir angkot bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah. Mengingat, sebelumnya ketikan harga BBM naik para sopir angkot mendpatakan subsidi dari pemerintah.
"Kami dari Organda mudah-mudahan ada subsidi dari pemerintah untuk para sopir seperti kenaikan-kenaikan BBM pada tahun-tahun yang lalu," katanya.
Baca Juga: Sedia Payung Sebelum Hujan, Ini Ramalan Cuaca Subang Hari Ini
Sementara itu, Ade salah warga Kabupaten Subang mengaku tidak keberatan dengan naiknya tarif angkot sebesar 25 persen. Namun dia meminta pemerintah kembali menormalkan harga BBM seperti sebelumnya.
"Ongkos naiknya masih wajar sih enggak terlalu besar, sejauh ini setuju. Cuman ya kalau berharap mah Pemerintah Pusat bisa kembali menormalkan saja harga BBM, banyak imbas yang didapat dari masyarakat," tuturnya.
Untuk diketahui, tarif di sekitar Subang Kota dari Rp3000 menjadi Rp4000 untuk anak sekolah. Kemudian untuk penumpang umum dari Rp4000 menjadi Rp5000. Sedangkan tarif angkutan perkotaan mengalami kenaikan Rp1000 untuk anak sekolah dan Rp2000 untuk umum dari tarif sebelumnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
-
Penutupan Alfamart Dikaikan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?
-
Karier Aboard Pratama Arhan Ini Berakhir Jika Benar Berlabuh ke Garudayaksa FC
-
Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda
-
Badut Gendong: Elemen Brutal yang Membawa Horor Indonesia ke Level Baru!
-
Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?
-
Debut Manis Kiper Muda Persija Jakarta! Hafizh Rizkianur Ucap Syukur
-
Latihan Perdana Timnas Indonesia Dimulai, Marselino hingga Saddil Langsung Digeber John Herdman
-
PSMS Medan Berpeluang Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan