/
Minggu, 11 September 2022 | 08:06 WIB
Benarkah Nabi Khidir masih hidup?

Purwasuka - Sebuah pertanyaan yang masih ada di masyarakat yaitu apakah Nabi Khidir masih hidup, yang konon dianggap sebagai penjaga di sungai, laut dan lembah-lembah?.

Sebuah khurafat atau cerita mengada-ngada sering kita dengar dari sebagian orang atau bahkan tokoh kenamaan yang mengaku-ngaku pernah bertemu dengan nabi Khidir, namun itu semua hanyalah omongan kosong belaka yang tidak ada sumbernya secara shahih.

Menurut para ulama dari Lajnah Daimah Lil Buhuts Al Ilmiah Wal Ifta, menyebut bahwa Nabi Khidir alaihis salam telah wafat sebelum Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam diutus sebagai Rasul.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi manusia manapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau engkau mati, apakah mereka akan kekal?“. (QS. Al Anbiya: 34)

Diperkirakan Nabi Khidir alaihis salam masih hidup hingga bertemu dengan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Kemudian setelah itu, Nabi Khidir wafat setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam wafat dalam jarak waktu yang ditentukan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjelaskan dalam sabdanya;

“Tidaklah kalian melihat pada malam ini, bahwa sesungguhnya siapa yang umurnya hingga seratus tahun, tidak tersisa pada hari ini di atas permukaan bumi seorang pun”. (HR. Bukhari: I/37, 141, 149, Muslim: XVI/89, Abu Dawud: IV/516, dan At Tirmidzi: IV/520)

Atas dasar hadits diatas, maka keadaan Nabi Khidir adalah sebagai manusia biasa yang juga diwafatkan oleh Allah dan tidak mampu mendengar panggilan apapun karena Nabi Khidir telah tiada.

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Ratu Elizabeth II Masih Keturunan Nabi Muhammad SAW?

Selain itu, karena Nabi Khidir telah wafat, maka ia juga mampu lagi menjawab siapa yang menyerunya, serta tidak mampu menunjukkan jalan kepada siapa yang tersesat jalan ketika meminta petunjuk kepadanya.

Karena itu, tidak diperkenankan bagi kita untuk berdo’a atau meminta kepadanya atau meminta kebaikan kepadanya dalam keadaan sulit ataupun senang, karena Nabi Khidir hanyalah manusia dan hamba Allah.(*)

Load More