PURWAKARTA - Gerakan Aliansi Ojol Purwakarta menggeruduk Kantor DPRD Kabupaten Purwakarta di Jalan Pramuka, Kecamatan Jatiluhur hari ini, Rabu (14/9/2022). Kedatangan ratusan pengemudi ojol ini meminta pemerintah mencabut kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dalam orasinya, disebutkan bahwa kenaikan harga BBM berdampak pada naiknya tarif sewa aplikasi sebesar 10 persen. Ini berdampak pada pendapatan para pengemudi ojol.
Sambungnya, jika memang pemerintah tidak bisa menurunkan harga BBM. Pemerintah disesar untuk memberikan subsidi BBM sebesar 30 persen untuk pengemudi ojol.
Dalam aksinya ini, sebanyak 217 personel Polres Purwakarta diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Mereka disebar ke sejumlah titik lokasi demo, agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.
"Untuk pengamanan aksi para pengemudi ojol ini jumlahnya 217 personil gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub di Kabupaten Purwakarta," kata Kabag Ops, Kompol Dadang Garnadi, Rabu (14/9/2022).
Dadan menegaskan, pihaknya mengawal jalannya aksi unjuk rasa ratusan pengemudi ojol secara humanis. Sehingga massa aksi dapat melakukan aspirasinya tanpa terjadi perselisihan.
"Dalam melakukan pengamanan aksi para pengemudi ojol ini, kami mengendapkan sikap humanis dan untuk pengamanan di prioritaskan di Kantor DPRD Kabupaten Purwakarta," katanya melansir dari Jabarnews.com.
Dia menerangkan, ratusan personel gabungan yang diterjunkan di sebar ke sejumlah titik mulai dari Perempatan Sadang, Pasar Jumat hingga di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta serta jalur yang dilintasi para pengemudi ojol.
"Personel Polres Purwakarta akan mengamankan di sejumlah titik, tetapi prioritasnya di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta. Selain itu kita tempatkan sejumlah personel di jalan guna mengatur kelancaran lalulintas," terang Dadang.
Dadang menambahkan, terkait dengan pengalihan arus lalu lintas akibat aksi unjuk rasa pengemudi ojol ini pihaknya akan mempertimbangkannya namun melihat sistuasi dan kondisi di lapangan.
“Rekayasa lalin kita tentatif kita, liat situasional. Jika tidak diperlukan, ya tidak akan kita tutup. Tapi jika memang jumlah massanya diperkirakan bisa menutup Jalan, ya kita lakukan buka tutup. Kami mengibau agar para pengemudi ojol yang akan melakukan aksi, tetap menjaga keamanan dan ketenteraman, serta diharapkan bekerjasama dengan pihak kepolisian," pungkasnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?
-
Viral! Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi, Ucapannya Bikin Heboh: Kucium Lututnya
-
5 Sepatu Lari Murah Mulai Rp100 Ribuan yang Empuk dan Cocok untuk Pemula
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung yang Pengeringnya Bagus
-
Amran Sulaiman Curhat Masa Kuliah hingga Donasi Rp300 Juta untuk SAR Unhas
-
5 Pilihan Spray Serum Bi-phase untuk Hasil Wajah Sehat dan Bercahaya
-
Siapa Emral Abus? Pelatih Timor Leste U-17 Asal Sumbar yang Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17
-
5 Sepatu Adidas Samba Termurah Harga Berapa? Ini Tipenya
-
Iran-AS Gagal Sepakat saat Negoisasi: UFC, Trump, dan Vance Trending Global di X
-
Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi