Subang - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Subang menggelar Rapat Koordinasi Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) yang diwakili Dinas Sosial di Aula Sawala Salapan, Fave Hotel pada Senin (19/9/2022).
Asisten Daerah (Asda) I, Rahmat Effendi menjelaskan bahwa rakor tersebut adalah tindak lanjut dari keluhan masyarakat mengenai bantuan sosial yang tidak tepat sasaran agar nantinya penerima bansos menjadi tepat sasaran berdasarkan DTKS berkualitas.
Wakil Bupati (Wabup) Subang, Agus Masykur Rosyadi menyampaikan, berdasarkan data ada lebih dari enam triliun jiwa di Indonesia yang tidak tepat sasaran dalam hal pemberian bansos, salah satunya adalah Kabupaten Subang.
Wabup mengajak kepada seluruh pihak yang terkait untuk menuntaskan masalah Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) tersebut, dan meminta penjelasan dari pusdatim Kemensos RI terkait langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan.
"Saya beri waktu seminggu untuk mentuntaskan masalah data ini dan harus dimonitoring progres tiap harinya, untuk Dinsos diminta benar-benar teliti dalam mengupdate data agar tepat sasaran," jelas Wabup.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, H. Deden Hendriana mengungkapkan tentang penetapan DTKS di Kabupaten Subang pada bulan Juli tercatat 1.206.176 jiwa dan bulan Agustus sebanyak 1.205.880 jiwa.
"Untuk saat ini tengah kami lakukan perbaikan data sebanyak 60.998 jiwa bersama Disdukcapil," ungkap Deden.
Deden juga menyampaikan tentang tujuh isu strategis yang berkembang, mulai dari kepala keluarga (KK) yang masuk DTKS namun belum semua menerima bansos, kompetensi operator untuk update DTKS belum maksimal serta dukungan verivali DTKS yang belum memadai.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Subang, H. Sumarna menyampaikan sejumlah upaya yang sudah dan akan dilakukan bersama Dinsos terkait DTKS Kabupaten Subang.
Baca Juga: Nekat! Suami di Subang Tabrakan Diri ke Kereta Api, Tinggalkan Wasiat Ini
Sumarna juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan pencocokan dan penelitian terhadap adminduk non aktif bersama pelayanan pembuatan adminduk (KTP/KK) bagi warga yang tidak memiliki adminduk secara jemput bola.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
Terkini
-
Separuh Habitat Hilang, Ini Strategi Pemerintah Selamatkan Gajah Indonesia
-
Lupakan Agregat, Luis Enrique Tuntut PSG Tampil 'Haus' di Kandang Chelsea
-
Promo Alfamart Spesial Nyepi 17-18 Maret 2026, Intip Katalog dan Ketentuannya
-
Timnas Bulgaria Umumkan Skuad Mengerikan untuk FIFA Series 2026
-
DPR Dorong Kemenkes Pastikan Pengobatan Terbaik untuk Andrie Yunus
-
Selamat, Adinda Thomas Hamil Anak Pertama
-
Review The Art of Sarah: Serial Netflix yang Mengkritik Obsesi Status Palsu
-
Harga Sawit Riau untuk Produk Mitra Swadaya Meroket Jelang Lebaran
-
Bojan Hodak Bubarkan Skuad Persib usai Ditahan Imbang Borneo FC
-
Medsos dan Seni Menjadi Domba di Tengah Perang Algoritma