/
Senin, 10 Oktober 2022 | 16:13 WIB
Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Purwakarta. (Jabarnews.com)

PURWASUKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta mencatat jumlah bencana yang terjadi di Kabupaten Purwakarta sebanyak 148 kejadian dari Januari sampai Oktober 2022.

Kepala BPBD Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana mengatakan sepanjang bulan Januari hingga Oktober 2022 ini, bencana alam hidrometeorologi tercatat masih mendominasi yakni tanah longsor, kemudian diikuti puting beliung, dan banjir serta pohon tumbang. 

"Berdasarkan data di kami, dari Januari hingga Oktober 2022 ini, ada sebanyak 52 kejadian tanah longsor, 19 kejadian angin puting beliung, 16 kejadian pohon tumbang, 10 kejadian banjir," kata Juddy, Senin (10/10/2022).

Penyebab Kabupaten Purwakarta dilanda 148 bencana alam, kata dia, karena Purwakarta dilanda cuaca ekstrem.

Hal itu terlihat dari tingginya curah hujan di Kabupaten Purwakarta. Ia pun menilai, banyaknya titik bencana juga disebabkan oleh kontur tanah di Kabupaten Purwakarta yang rawan bencana.

"Untuk bencan tanah longsor kebanyakan terjadi di Kecamatan Bojong, Darangdan, Tegalwaru, Pondoksalam, Sukatani, Maniis, Wanayasa, Kiarapedes, Sukasari, Pasawahan dan Babakancikao," ucapnya. 

Berbagai upaya pencegahan, Lanjut Juddy, terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Purwakarta. Seperti melakukan sosialisasi rawan bencana, pembentukan Desa Siaga Bencana, dan lainnya agar tidak menimbulkan hal yang fatal bila terjadi bencana alam di Kabupaten Purwakarta.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat, agar lebih waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca yang ekstrem,” ujarnya.

Kewaspadaan tersebut, tambah Juddy, terutama pada masyarakat yang pemukimannya berada di sekitar bantaran sungai, tubuh air atau di wilayah rawan banjir, serta lereng yang rawan longsor.

Baca Juga: Beberkan Sosok Kandidat yang Bakal Diusung di Pemilu 2024, Sekjen PDIP: Membawa Indonesia Jadi Pemimpin Bangsa di Dunia

“Jika terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan lama, sebaiknya masyarakat lebih waspada. Dan jika ada peristiwa yang berpotensi mengancam, segera laporkan kepada kami,” pungkasnya. ***

Load More