- Serangan udara Israel di Khan Younis, Gaza, menewaskan Kolonel Naseem al-Kalazani serta melukai 17 orang lainnya pada Rabu.
- Insiden di Gaza terus berlangsung meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat sejak Oktober lalu.
- Ketegangan meningkat saat kabinet keamanan Israel mempertimbangkan kelanjutan perang akibat penolakan Hamas untuk melucuti seluruh persenjataan mereka.
Suara.com - Tak Hanya di Lebanon, Pasukan Israel Juga Serang Gaza 18 Orang Jadi Korban
Serangan udara Israel kembali menghantam Jalur Gaza dan menewaskan seorang perwira senior kepolisian Palestina.
Kolonel polisi Gaza, Naseem al-Kalazani, dilaporkan tewas setelah kendaraan yang ditumpanginya diserang di wilayah Khan Younis, Gaza selatan.
Tenaga medis Palestina menyebut serangan terjadi di dekat kawasan al-Mawasi, wilayah barat Khan Younis, pada Rabu waktu setempat.
Dilansir dari Aljazeera, selain menewaskan al-Kalazani, sedikitnya 17 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sumber dari Hamas mengatakan al-Kalazani merupakan pimpinan unit antinarkotika di Khan Younis. Hingga kini, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut.
Di hari yang sama, serangan Israel juga dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina di dekat lingkungan Zeitoun, Kota Gaza.
Rumah Sakit al-Ahli Arab menyebut jumlah korban tewas akibat serangan Israel pada hari itu mencapai sedikitnya empat orang.
Kekerasan di Gaza terus berlangsung meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku sejak Oktober lalu. Israel dan Hamas saling menuding telah melanggar kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
Menurut tenaga medis lokal, sedikitnya 830 warga Palestina tewas selama periode gencatan senjata berlangsung.
Sementara Israel mengklaim empat tentaranya tewas akibat serangan Hamas dalam periode yang sama.
Pemerintah Israel menyatakan operasi militernya bertujuan mencegah Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya melancarkan serangan terhadap pasukan Israel.
Di tengah meningkatnya tekanan militer, kabinet keamanan Israel dilaporkan menggelar pertemuan pekan ini untuk membahas kemungkinan melanjutkan perang besar di Gaza.
Langkah itu dipicu penolakan Hamas terhadap tuntutan Israel agar kelompok tersebut melucuti seluruh persenjataannya.
Sebagai balasan, Hamas mengajukan proposal tandingan yang menegaskan pembahasan senjata hanya bisa dilakukan dalam kerangka pembentukan negara Palestina.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung
-
Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?