PURWASUKA- Peringatan dini tiga harian wilayah Jawa Barat kembali dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat.
Dalam rilis peringatan dini tiga harian BMKG tersebut disebutkan beberapa wilayah Jawa Barat berpotensi hujan disertai kilat dan angin kencang.
Peringatan dini berupa potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di beberapa wilayah Jawa Barat yang disampaikan BMKG pusat tersebut berlaku untuk tiga hari kedepan.
Berikut wilayah di Jawa Barat yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang diantaranya:
Peringatan Dini BMKG Berlaku Rabu 19 Oktober 2022
1. Kabupaten Ciamis
2. Kabupaten Pangandaran
3. Kabupaten dan Kota Bogor
4. Kota Depok
5. Kabupaten dan Kota Bekasi
6. Kabupaten Karawang
7. Kabupaten Subang
8. Kabupaten Purwakarta
9. Kabupaten Cianjur
10. Kabupaten dan Kota Sukabumi
11. Kabupaten Subang
12. Kabupaten Indramayu
13. Kabupaten dan Kota Cirebon
14. Kota Cimahi
15. Kabupaten dan Kota Bandung
16. Kabupaten Bandung Barat
17. Kabupaten Sumedang
18. Kabupaten Majalengka
19. Kabupaten dan Kota Tasikmalaya
20. Kabupaten Kuningan
21. Kabupaten Garut
22. Kota Banjar
Peringatan Dini BMKG Berlaku Selasa 18 Oktober 2022
1. Kabupaten Pangandaran
2. Kabupaten dan Kota Bogor
3. Kota Depok
4. Kabupaten dan Kota Bekasi
5. Kabupaten Subang
6. Kabupaten Indramayu
7. Kabupaten dan Kota Cirebon
8. Kota Cimahi
9. Kabupaten dan Kota Bandung
10. Kabupaten Bandung Barat
11. Kabupaten Sumedang
12. Kabupaten Majalengka
13. Kabupaten dan Kota Tasikmalaya
14. Kabupaten Kuningan
15. Kota Banjar
16. Kabupaten Ciamis
Peringatan Dini BMKG Berlaku Senin 17 Oktober 2022
1. Kabupaten dan Kota Bogor
2. Kota Depok
3. Kabupaten dan Kota Bekasi
4. Kabupaten Purwakarta
5. Kabupaten Karawang
6. Kabupaten Bandung Barat
7. Kota Bandung
8. Kabupaten Subang ***
Sumber:
BMKG Jawa Barat
Baca Juga: BMKG: Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang Sepanjang Malam hingga Dini Hari
Berita Terkait
-
Prakiraan Cuaca Medan Sekitarnya, Rabu 19 Oktober 2022: Pagi Hari Cerah, Malam Hujan !
-
Jalur Alternatif Jonggol - Cianjur Macet Akibat Terendam Banjir Lumpur
-
BMKG: Jawa Tengah Berpotensi Mendapatkan Curah Hujan yang Cukup Tinggi, Ini Penjelasannya
-
Antrean Mengular Truk Sampah di TPA Sarimukti, Terjebak Berjam-jam hingga Ada yang Menginap
-
Banjir Trenggalek Kemarin Paling Parah, Hujan Deras Masih Akan Mengguyur 2 Hari ke Depan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026