PURWAKARTA – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini terasa berbeda. Di momen tahunan ini, Pemkab Purwakarta kembali menggelar kegiatan bedah buku berjudul Pergolakan Tanam Paksa dan berdirinya Purwakarta 1830-1832.
Acara yang berlangsung di Aula Yudistira Kabupaten Purwakarta ini, merupakan ide Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. Menurut wanita yang akrab disapa Ambu Anne ini, buku karya salah satu putra terbaik Purwakarta ini harus diapresiasi.
Terlebih, buku tersebut berisikan tentang sejarah Purwakarta yang sangat penting untuk diketahui masyarakat secara luas.
"Saya sangat bangga dan mengapresiasi setinggi - tingginya kepada Naurid selaku penulis buku. Meski masih terbilang sangat muda, namun memiliki keilmuan sejarah yang mendalam tentang sejarah Purwakarta," ujar Ambu Anne.
Bupati yang juga telah mendapatkan penghargaan sebagai tokoh literasi digital di Jawa Barat tahun 2022 ini berharap agar semua kalangan pemuda Purwakarta memiliki minat untuk literasi.
"Buku karya Naurid ini, selain relevan dengan data sejarah juga mengulas tentang tokoh sejarah Islam di Purwakarta yang berpengaruh dalam skala sejarah nasional. Dalam hal ini, buku karya Naurid menyampaikan Syaikh Baing Yusuf adalah tokoh sentral dalam sejarah berdirinya Purwakarta," tutur Ambu Anne.
Sementara itu Naurid Muhammad Rifa'i Ilyasa selaku penulis buku tersebut, menyampaikan karyanya tersebut bermula dari tugas akhir kuliah. "Buku itu awalnya sebuah skrip saya pada saat kuliah di UIN Bandung 2018 lalu," tuturnya.
Naurid menambahkan, bahwa bukunya tersebut telah dibedah untuk yang ketiga kalinya dalam dua tahun ini.
"Tahun 2021 lalu juga sudah dibedah-bukukan dalam rangkain peringatan hari kemerdekaan RI ke-76 di aula Disporaparbud Purwakarta," jelasnya.
Baca Juga: Begini Cara Siswa SMA Negeri 1 Sukasari Purwakarta Peringati Hari Santri Nasional
Berdeda dengan tahun lalu, dimana peserta bedah buku adalah kalangan pelajar, mahasiswa dan organisasi. Pada sesempatan kali ini, para peserta bedah buku dihadiri oleh kalangan pejabat dan ASN se-Purwakarta.
Pada acara bedah buku tahun lalu, Naurid menggandeng Prof. Moeflich Hasbullah dari UIN Bandung dan Direktur Filsafat Indonesia Dr. Amar Fauzi
“Pada bedah buku kali ini saya menggandeng Dr. Ahmad Ginajar Sya'ban dari Unusia Jakarta," tandasnya.
Naurid menerangkan, Dr. Ahmad Ginanjar Sya'ban sangat berkompeten dalam penelitian sejarah Islam di Purwakarta. Dari hasil karyanya itulah, Naurid terdata menjadi salah satu tokoh sejarawan nasional.
Menurutnya, buku sejarah yang ia tulis tentang Purwakarta berbeda dengan sejarawan lainnya. Dirinya memiliki sudut pandang Islami dalam menyajikan teori dan metodologi sejarah.
Maka dari itulah, beberapa instansi pemerintah terkait dan organisasi memberikan banyak rekomendasi, agar buku karyanya tersebut menjadi salah satu buku referensi sejarah Purwakarta.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Permudah Kredit untuk Guru Bersertifikasi, Ini Keuntungannya
-
Amien Rais Sebut Pengaruh Seskab Teddy Kalahkan Tokoh Senior Dasco dan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Tabrakan Maut di Tol Palindra, 3 Orang Tewas, Sopir Truk Kabur Tinggalkan Korban
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
AJI Pontianak Soroti Nasib Pekerja Media di May Day, Kesejahteraan Masih Rentan
-
Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Ingin Cantik, Malah Luka Serius, Korban Dokter Gadungan Eks Finalis Puteri Indonesia Alami Trauma
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir