/
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:23 WIB
Kegiatan Bedah Buku Sejarah Berdirinya Purwakarta.

PURWAKARTA – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini terasa berbeda. Di momen tahunan ini, Pemkab Purwakarta kembali menggelar kegiatan bedah buku berjudul Pergolakan Tanam Paksa dan berdirinya Purwakarta 1830-1832.

Acara yang berlangsung di Aula Yudistira Kabupaten Purwakarta ini, merupakan ide Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. Menurut wanita yang akrab disapa Ambu Anne ini, buku karya salah satu putra terbaik Purwakarta ini harus diapresiasi. 

Terlebih, buku tersebut berisikan tentang sejarah Purwakarta yang sangat penting untuk diketahui masyarakat secara luas. 

"Saya sangat bangga dan mengapresiasi setinggi - tingginya kepada Naurid selaku penulis buku. Meski masih terbilang sangat muda, namun memiliki keilmuan sejarah yang mendalam tentang sejarah Purwakarta," ujar Ambu Anne. 

Bupati yang juga telah mendapatkan penghargaan sebagai tokoh literasi digital di Jawa Barat tahun 2022 ini berharap agar semua kalangan pemuda Purwakarta memiliki minat untuk literasi.

"Buku karya Naurid ini, selain relevan dengan data sejarah juga mengulas tentang tokoh sejarah Islam di Purwakarta yang berpengaruh dalam skala sejarah nasional. Dalam hal ini, buku karya Naurid menyampaikan Syaikh Baing Yusuf adalah tokoh sentral dalam sejarah berdirinya Purwakarta," tutur Ambu Anne.

Sementara itu Naurid Muhammad Rifa'i Ilyasa selaku penulis buku tersebut, menyampaikan karyanya tersebut bermula dari tugas akhir kuliah. "Buku itu awalnya sebuah skrip saya pada saat kuliah di UIN Bandung 2018 lalu," tuturnya.

Naurid menambahkan, bahwa bukunya tersebut telah dibedah untuk yang ketiga kalinya dalam dua tahun ini.

"Tahun 2021 lalu juga sudah dibedah-bukukan dalam rangkain peringatan hari kemerdekaan RI ke-76 di aula Disporaparbud Purwakarta," jelasnya.

Baca Juga: Begini Cara Siswa SMA Negeri 1 Sukasari Purwakarta Peringati Hari Santri Nasional

Berdeda dengan tahun lalu, dimana peserta bedah buku adalah kalangan pelajar, mahasiswa dan organisasi. Pada sesempatan kali ini, para peserta bedah buku dihadiri oleh kalangan pejabat dan ASN  se-Purwakarta.

Pada acara bedah buku tahun lalu, Naurid menggandeng Prof. Moeflich Hasbullah dari UIN Bandung dan Direktur Filsafat Indonesia Dr. Amar Fauzi

“Pada bedah buku kali ini saya menggandeng Dr. Ahmad Ginajar Sya'ban dari Unusia Jakarta," tandasnya. 

Naurid menerangkan, Dr. Ahmad Ginanjar Sya'ban sangat berkompeten dalam penelitian sejarah Islam di Purwakarta. Dari hasil karyanya itulah, Naurid terdata menjadi salah satu tokoh sejarawan nasional. 

Menurutnya, buku sejarah yang ia tulis tentang Purwakarta berbeda dengan sejarawan lainnya. Dirinya memiliki sudut pandang Islami dalam menyajikan teori dan metodologi sejarah.

Maka dari itulah, beberapa instansi pemerintah terkait dan organisasi memberikan banyak rekomendasi, agar buku karyanya tersebut menjadi salah satu buku referensi sejarah Purwakarta.

Load More