/
Selasa, 25 Oktober 2022 | 14:46 WIB
Polisi amankan wanita bercadar todongkan pistol ke Paspampres di Istana Presiden. (Istimewa)

PURWASUKA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran menjelaskan, wanita bercadar yang menodongkan senjata api kepada Paspampres tidak terkait dengan terorisme. Meski demikian, pihaknya hingga kini masih terus mendalami motif wanita tersebut berbuat nekat demikian.

"Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Belum tentu teror," katanya, Selasa (25/10/2022).

Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi terlebih dahulu. Pasalnya hingga kini masih didalami motif dari pelaku wanita bercadar tersebut.

Dirinya pun berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus wanita bercadar yang nekat menodongkan senjata di Istana Presiden hari ini, Selasa (25/10/2022).

"Ndak, bukan teror. Jangan berandai-andai. Nanti aja, kalau ada perkembangan kita sampaikan," katanya melansir dari PMJNews.com.

Pihaknya masih mendalami terkait motif pelaku melakukan aksinya. Dia pun memastikan situasi Jakarta saat ini kondusif dan masyarakat tidak perlu khawatir.

"Sedang didalami. PMJ (Polda Metro Jaya) punya satuan tugas wilayah untuk dalami kejahatan terkait teror. Masyarakat tidak perlu khawatir situasi Jakarta kondusif kita berhasil mencegah," katanya.

Sebelumnya, seorang wanita bercadar diamankan polisi karena menerobos penjagaan Istana Presiden dan menodongkan senjata kepada Paspampres. Jenis senjata yang digunakan oleh wanita bercadar itu yakni pistol FN.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman mengatakan, wanita tersebut diamankan saat menodongkan senjata ke arah Paspampres.

Baca Juga: Warga Diancam Akan Dibunuh Saat Mengingatkan Pencuri Kabel

"Tadi kita kan dari anggota bilang dia bawa senjata todongkan anggota ke Paspampres langsung sama anggota direbut. Sama anggota Lantas," katanya.

Load More