PURWASUKA- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengimbau masyarakat tidak panic buying ditengah ramainya isu resesi ekonomi global yang diprediksikan terjadi di 2023.
Selain itu, Pemkot Bandung pun mengimbau masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi bahan panga dan lainnya.
“Pemkot Bandung sudah menjaga stok, baik itu bahan pangan masyarakat dan lainnya. Jadi warga tidak perlu panic buying, beli saja sesuai kebutuhan,” imbau Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Bandung, Jumat, 28 Oktober 2022.
Ditengah ancaman resesi ekonomi global di 2023, Yana Mulyana mengklaim tengah terus meningkatkan daya beli masyarakat, termasuk mendorong perkembangan Usah Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta menjaga ketahanan pangan.
Hal tersebut dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengatasi ancaman dampak resesi ekonomi yang diprediksikan terjadi di 2023.
“Kita meningkatkan daya beli masyarakat. Kita dorong juga UMKM. Sedangkan ketahan pangan kita pertahankan. Kuncinya meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga perputaran ekonomi terjaga,” ucap dia.
Selain itu kata Yana Mulyana, langkah antisipasi ancaman resesi ekonomi di 2023. Pemkot Bandung pun tengah mempercepat realisasi belanja anggaran pemerintah.
“Belanja pemerintah kita percepat. Jadi APBD murni 2023 bisa lebih awal disepakati dengan legislatif. Sehingga pada Januari atau Februari, APBD sudah bisa dieksekusi,” kata dia.
Untuk diketahui sejumlah pakar memprediksi pada 2023 mendatang bakal terjadi resesi ekonomi global.
Baca Juga: Soal Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak Belum Ditetapkan Sebagai KLB, Wapres Buka Suara
Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti pengetatan moneter berupa kenaikan suku bunga hingga perang Rusia Ukraina yang masih berlangsung. ***
Berita Terkait
-
Kabar Duka Datang dari Pemain Persib Bandung, Ayah Henhen Meninggal Dunia
-
Pemkot Bandung Punya Jurus Jitu Menghadapi Ancaman Resesi Ekonomi
-
Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai? Luhut: Saat Presidensi G20 Ada Dynamic Test
-
Nika, Wanita Rusia Penggemar K-Pop yang Lamar Lelaki Bandung: Di Mata Hanif Ada Kedamaian
-
The Lodge Maribaya, Tempat Seru untuk Menyatu dengan Alam di Bandung
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan