/
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 15:36 WIB
Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut yang diderita oleh sejumlah anak di Indonesia. (freepik)

PURWASUKA - Publik Tanah Air digegerkan maraknya kasus gagal ginjal akut yang dialami oleh anak-anak. Diduga, penyebab penyakit tersebut karena mengkonsumsi obat sirop yang mengandung zat kimia berbahaya.

Selain itu, berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini tercatat anak-anak yang menderita gagal ginjal akut tersebut jumlahnya mencapai 269 kasus.

Kasus gagal ginjal akut ini tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Tak hanya, ada 157 pasien yang meninggal dunia.

Meski membuat geger publik, namun hingga saat ini pemerintah belum menetapkan kasus gagal ginjal akut pada anak ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Wakil Presiden KH Maruf Amin mengatakan, saat ini pemerintah tengah mengkaji kasus ini. Menurutnya, penentuan KLB tidak bisa sembarangan.

"Kita kan ada aturannya dan ada kriterianya. Saya kira usulan itu akan direspon oleh pemerintah sekarang sedang dikaji,” katanya melansir dari PMJNews.com, Jumat (28/10/2022).

Ada syarat yang harus dipenuhi untuk penetapan KLB. Dirinya pun meminta semua pihak untuk menunggu keputusan resminya.

“Apakah bisa memenuhi syarat standar bahwa ini darurat KLB atau baru ini semacam kejadian biasa. Mungkin nanti tunggu saja," katanya.

Maruf Amin menerangkan, penetapan status KLB bakal mendengar setiap usulan sekaligus mempertimbangkan berbagai pihak terkait.

Baca Juga: Spesifikasi Redmi A1 yang Dijual Rp 1,1 Jutaan di Indonesia

"Kita biasanya kalau memang darurat kita akan bilang darurat. Tetapi yang pas di Indonesia pemerintah menyiapkan upaya-upaya untuk antisipasi pencegahan. Kemudian juga pengobatannya pada mereka,” katanya.

Sebelumnya, Ombudsman dan ahli epidemiolog sudah meminta agar pemerintah segera menetapkan gagal ginjal akut pada anak sebagai KLB agar penanganannya bisa komprehensif serta maksimal.

Load More