PURWASUKA - Publik Tanah Air digegerkan maraknya kasus gagal ginjal akut yang dialami oleh anak-anak. Diduga, penyebab penyakit tersebut karena mengkonsumsi obat sirop yang mengandung zat kimia berbahaya.
Selain itu, berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini tercatat anak-anak yang menderita gagal ginjal akut tersebut jumlahnya mencapai 269 kasus.
Kasus gagal ginjal akut ini tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Tak hanya, ada 157 pasien yang meninggal dunia.
Meski membuat geger publik, namun hingga saat ini pemerintah belum menetapkan kasus gagal ginjal akut pada anak ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Wakil Presiden KH Maruf Amin mengatakan, saat ini pemerintah tengah mengkaji kasus ini. Menurutnya, penentuan KLB tidak bisa sembarangan.
"Kita kan ada aturannya dan ada kriterianya. Saya kira usulan itu akan direspon oleh pemerintah sekarang sedang dikaji,” katanya melansir dari PMJNews.com, Jumat (28/10/2022).
Ada syarat yang harus dipenuhi untuk penetapan KLB. Dirinya pun meminta semua pihak untuk menunggu keputusan resminya.
“Apakah bisa memenuhi syarat standar bahwa ini darurat KLB atau baru ini semacam kejadian biasa. Mungkin nanti tunggu saja," katanya.
Maruf Amin menerangkan, penetapan status KLB bakal mendengar setiap usulan sekaligus mempertimbangkan berbagai pihak terkait.
Baca Juga: Spesifikasi Redmi A1 yang Dijual Rp 1,1 Jutaan di Indonesia
"Kita biasanya kalau memang darurat kita akan bilang darurat. Tetapi yang pas di Indonesia pemerintah menyiapkan upaya-upaya untuk antisipasi pencegahan. Kemudian juga pengobatannya pada mereka,” katanya.
Sebelumnya, Ombudsman dan ahli epidemiolog sudah meminta agar pemerintah segera menetapkan gagal ginjal akut pada anak sebagai KLB agar penanganannya bisa komprehensif serta maksimal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama