/
Selasa, 01 November 2022 | 13:04 WIB
Ilustrasi penyakit gagal ginjal akut pada anak masih diteliti Kemenkes. (freepik)

PURWASUKA - Penelitian terhadap penyakit gagal ginjal akut yang diderita anak-anak masih dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Meski, salah satu penyebabnya diduga karena keracunan zat kimia obat sirop yang melebihi batas aman.

Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril mengatakan, selain itu penyebab penyakit ini bisa juga karena keracunan makanan maupun minuman.

"Saat ini kami sedang melakukan penelitian untuk mengetahui apa sih sebetulnya yang menyebabkan gangguan ginjal akut ini. Diduga penyebab gagal ginjal itu salah satunya keracunan, bisa dari makanan, minuman, dan obat-obatan," katanya, Selasa (1/11/2022).

Bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kemenkes masih menelusuri penyebab akibat kemungkinan lain penyakit gagal ginjal aku pada anak-anak ini.

"Kandungan obat sirup harus betul-betul diteliti untuk mengetahui mana yang bisa menyebabkan keracunan pada ginjal. Setelah hasil penelitian keluar, BPOM punya tanggung jawab untuk mengevaluasi," katanya melansir dari PMJNews.com.

Syharil menerangkan, untuk mencegah kembalinya jatuh korban akibat penyakit ini, sejumlah langkah pun telah dilakukan pemerintah. Mulai dari menghentikan sementara penggunaan obat sirup untuk anak.

"Untuk yang sudah sakit, kami melakukan tindakan salah satunya dengan hemodialisa dan pemberian antidotum, zat penawar," katanya.

Dia menambahkan, 10 dari 11 pasien gangguan ginjal akut yang dirawat di RSCM semakin membaik setelah diberi Antidotum Fomepizole. Pemberian Fomepizole sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO).

"Tidak ada kematian dan tidak ada perburukan lebih lanjut. Anak tersebut sudah dapat mengeluarkan air kecil atau air seni. Dan dari hasil pemeriksaan laboratorium, kadar etilen glikol dari 10 anak tersebut sudah tidak terdeteksi zat berbahaya," pungkasnya.

Baca Juga: 4 Alasan Memilih Aplikasi Perpesan

Load More