/
Rabu, 16 November 2022 | 19:54 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Ira Dewi Jani. (*/Humas Pemkot Bandung/)

PURWASUKA – Ira Dewi Jani,  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung menegaskan, temuan 1 kasus Covid-19 varian XBB di Kota Bandung akibat terpapar dari transmisi lokal.

“Pasien (kasus pertama Covid-19 varian XBB) bukan pelaku perjalanan, tegas Ira Dewi Jani, Bandung, Rabu, 16 November 2022. 

Selain itu kata Ira Dewi Jani, pasien kasus pertama Covid-19 varian XBB pun dalam kondisi sudah divaksin, malah sudah booster atau vaksin Covid-19 yang ketiga. 

“Vaksin dosis satu dan duanya CoronaVac, dan dosis ketiganya Moderna,” kata dia. 

Lebih lanjut ia mengatakan, munculnya satu kasus Covid-19 varian XBB tersebut usai pemeriksaan spesimen di Laboratorium Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB. Terkait gejala yang ditemukan setelah pemeriksaan, gejala yang dialami pasientersebut relatif ringan, yakni demam, batuk, dan merasakan pegal pada badan.

“Jadi tidak spesifik seperti ada anosmia, itu saja keluhannya. Pada hari ketiga swab sampai selesai isoman, sudah tidak ada gejala lagi. Saat ini sudah dinyatakan sehat,” kata dia. 

“Tercatat per 10 November sudah dinyatakan negatif,” tambah dia. 

Meskipun pasien kasus pertama  Covid-19 varian XXB tersebut kini dalam kondisi sehat. Dinas Kesehatan Kota Bandung meminta masyarakat Kota Bandung kembali mengetatkan protokol kesehatan, dan melakukan vaksinasi. 

“Masyarakat juga tak perlu panik. Cara yang dianggap tepat (menghindari paparan Covid-19 varian XXB) dengan perketat protokol kesehatan dan vaksin,” imbau dia. 

Baca Juga: Penjelasan Dinkes Kota Bandung Terkait Temuan Satu Kasus Covid-19 Varian XBB

Segera lakukan vaksinasi jika anda belum melakukannya, dan tetap perketat protokol kesehatan 5M,” sambung dia.***

Load More