PURWASUKA - Warga Kabupaten Karawang beberapa hari lalu digegerkan dengan adanya pengakuan sepasang lansia yang mengaku sebagai Imam Mahdi dan Ratu Adil di Kutatandingan.
Bahkan, video sepasang lansia itu sempat viral di media sosial TikTok. Dalam pengakuannya, sepasang lansia itu mengajak masyarakat agar mempercayai bahwa keduanya adalah Imam Mahdi dan Ratu Adil.
Selain itu, keduanya mengatakan bahwa bencana alam yang terjadi di Jawa Barat hingga dunia beberapa waktu terkahir adalah perbuatannya. Kemudian juga, yang bisa menghentikan bencana itu adalah mereka.
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menanggapi video sepasang lansia tersebut. Orang nomor satu di Kabupaten Karawang itu menginstruksikan aparat untuk menelusuri keberadaan sepasang lansia yang mengatasnamakan Kerajaan Ratu Adil Imam Mahdi Republik Kutatandingan Dunia.
Sambungnya, terungkap bahwa alamat pembuatan video tersebut berada di Dusun Kampung Cikeruh RT 28/13 Dusun Liosari Desa Mulyasejati Ciampel Kabupaten Karawang.
"Yang bersangkutan bernama Rosid. Dia mengunggah postingan di media sosial youtube chanel Rahasia Illahi yang mengatasnamakan Kerajaan Ratu Adil Imam Mahdi Republik Kutatandingan Dunia, Jawa Barat," tulisnya di akun Instagram pribadinya @cellicanurrachadiana dilansir pada Sabtu (3/11/2022).
Disebutkannya, pemilik rumah dalam video sepasang lansia itu saat ini keadaannya telah kosong. Lalu, lelaki bernama Rosid diketahui bukan warga asli Kabupaten Karawang.
"Namun setelah mendatangi rumah tsb, tidak ada pemiliknya dan rumah hanya berisikan pakaian bekas dan poster-poster gambar bertuliskan saung agung," katanya.
"Berdasarkan keterangan Ketua RT bapak Kohar, saudara Rosid berasal dari Kecamatan Sukasari Cibereum Purwakarta Jatiluhur dan mempunyai lahan garapan kebun pisang dan jeruk seluas kurang lebih 1 Ha," tambah Celllica.
Baca Juga: Nestapa Timnas Uruguay, Gagal Lolos ke Babak 16 Besar Meski Menang di Laga Terakhir
"Menurut keterangan Ketua RT, Sdr Rosid sudah menggarap lahan tersebut kurang lebih selama 4 tahun, tetapi belum pernah melihat ada nya jemaah kumpul di rumah / saung tsb," katanya.
Cellica menambahkan, pihaknya saat ini sedang mencari keberadaan Rosid karena telah membuat berita bohong dengan mengaku sebagai Imam Mahdi.
"Saat ini Rosid yang mengatasnamakan Kerajaan ratu adil Imam Mahdi Republik Kutatandingan Dunia, Jawa Barat, tidak ada di rumah sejak 1 bulan yang lalu dan belum diketahui keberadaannya. Sedangkan rumahnya hanya berisikan tempat tidur dan baju2 bekas pakai dan tulisan poster saung agung," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Hancurnya Dunia Timnas Futsal Malaysia, 2 Tahun Beruntun oleh Indonesia
-
Terpopuler: Dicopot Dedi Mulyadi, Gaji Kepala Samsat Soekarno Hatta Segini Tapi Kekayaannya...
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia, Elkan Baggott Bakal Debut di Championship?
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja
-
Sinopsis Film Thailand The Red Line, Aksi Balas Dendam Korban Scam Lawan Geng Call Center
-
Penampakan Gunungan Uang Rp11,42 Triliun, Hasil Denda hingga Tipikor
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman
-
Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan