- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penyerapan dana pemulihan bencana Sumatra senilai Rp60 triliun masih rendah hingga Mei 2026.
- Penyaluran anggaran dilakukan bertahap untuk pembangunan infrastruktur namun terkendala ketidaklengkapan dokumen pengajuan dari kementerian dan lembaga terkait.
- Kemenkeu mengubah alur pencairan dan siap mendampingi kementerian guna mempercepat penyelesaian berkas administratif agar dana segera tersalurkan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau dana pemulihan pasca bencana Sumatra sebesar Rp 60 triliun yang disiapkan Pemerintah sejak akhir tahun 2025 baru sedikit terserap.
Menkeu Purbaya beralasan kalau penyerapan anggaran itu masih sedikit karena dilakukan secara bertahap, khususnya untuk pembangunan infrastruktur.
"Dari akhir tahun lalu kita sudah siapin Rp 60 triliun ternyata dipakai lebih sedikit tahun ini karena dibagi tiga untuk pembangunan-pembangunan infrastrukturnya," katanya di Kompleks Parlemen DPR, Jakarta, dikutip Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan kalau Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah mengalokasikan anggaran Rp 60 triliun jika diperlukan. Namun terkadang ada kendala lain seperti tak lengkapnya pengajuan dokumen dari Kementerian dan Lembaga (K/L).
"Cuma kan kadang-kadang dokumen dari Kementerian-Lembaga juga enggak lengkap. Jadi kita bilang begitu itu siap ya kita keluarkan begitu dokumennya lengkap," lanjutnya.
Bendahara Negara juga mengubah alur pencairan anggaran pemulihan banjir Sumatra. Ia meminta para pejabat Kemenkeu untuk terus melakukan pengawasan apabila ada K/L yang mengajukan anggaran.
Bahkan apabila K/L kesulitan menyiapkan dokumen, Purbaya siap mengirim pegawai Kemenkeu untuk mengurus berkas tersebut sehingga anggaran siap dicairkan.
"Jadi saya harapkan sih dengan langkah seperti itu pencairan anggaran yang berhubungan dengan bencana, ini akan lebih cepat. Jadi enggak usah takut. duitnya ada," tegas Purbaya.
Baca Juga: Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
Berita Terkait
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance
-
Sumatra Gelap Gulita, Harta Rp 110 Miliar Dirut PLN Jadi Sorotan Netizen
-
Asa Baru Pascabencana: Anggaran Rp100 Triliun Disetujui DPR untuk Pulihkan Sumatra!
-
BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI
-
Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu
-
Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo