PURWASUKA - Kabupaten Subang menjadi salah satu daerah rawan bencana di Provinsi Jawa Barat. Bahkan, dalam sepakan awal bulan Desember 2022 ada 11 kecamatan yang diterjang bencana alam.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, Udin Jazudin menyebutkan, 11 kecamatan yang diterjang bencana alam yakni yakni Kecamatan Subang, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Cisalak, kecamatan Pamanukan, kecamatan Ciasem.
Sambungnya, Kecamatan Cijambe, kecamatan Pagaden, kecamatan Pagaden Barat, Kecamatan Blanakan, kecamatan Sukasari, kecamatan Legonkulon, dan Kecamatan Dawuan.
Dia mengatakan, rerata bencana alam yang menerjang wilayah Kabupaten Subang yakni banjir dan gempa.
Ditambahkan juga, terkait dengan penyebab rawan bencana alam banjir karena terjadi pendangkalan sungai. Kemudian juga terjadi penumpukan sampah, dan rendahnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.
Selain itu, terjadi juga erosi tanah pada tebing yang curam. Hal ini lantaran tidak memiliki logistik dan belum terbentuknya destana (Desa Tangguh Bencana)
"Upaya yang harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya bencana banjir yang berkepanjangan dan daerah rawan longsor antara lain dengan melaksanakan assessment ke lokasi bencana, mengerahkan personil dan peralatan ke lokasi bencana, membantu evakuasi bagi daerah yang terdampak, dan juga memberikan arahan dan petunjuk penanggulangan bencana," ucap Udin mengutip dari Tintahijau.com.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Subang Asep Nuroni meminta semua pihak untuk bisa mempersiapkan dari aspek terkecil.
Kemudian mulai melakukan penanganan pra bencana, penanganan pasca bencana atau kedaruratan itu yang harus di persiapkan kesiapsiagaan untuk memberikan pelayanan yang prima dan menyeluruh.
Baca Juga: Ibu Reino Barack Disebut Tak Sanggup Lagi Tahan Malu karena Punya Menantu Syahrini
"Ini menandakan bahwa di sisi lain potensi subang itu lengkap merupakan anugrah, di sisi lain tingkat kebencanaan juga cukup lengkap, menjadikan keduanya sebuah anugrah salah satunya untuk mengingatkan kita bersama-sama, saya pun berharap dengan di adanya rakor ini dapat menemukan regulasi yang cepat, tepat dan akurat dalam penanggulangan bencana agar yang sudah dilakukan benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun
-
Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara
-
Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!
-
Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki
-
Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor
-
Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi
-
Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA