PURWASUKA - Beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite berwarna kuning pekat.
Dalam video tersebut juga, sejumlah kendaraan mengalami mogok massal usai mengisi BBM di SPBU 34.413.06 di jalan Proklamasi, Desa Aman Sari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Pada unggahan di akun Instagram @infokrw, warga menarasikan BBM Pertalite bewarna kuning pekat itu mirip dengan jus jeruk. Bahkan, telihat juga ada sejumlah warga yang berkumpul di SPBU tersebut untuk meminta penjelasan kepada pihak pengelola.
Pasalnya, usai mengisi BBM di SPBU tersebut motor warga rusak dan pengelola dimintai pertanggungjawabannya terkait hal ini.
"Air, jus jeruk, ieu (ini) motor scoppy tah," ucapnya, Rabu (4/1/2023).
Sementara itu, pengelola SPBU, Teguh mengakui bahwa sehingga BBM Pertalite di SPBU yang dikelolanya tercampur dengan kandungan air. Menurutnya hal tersebut terjadi tidak sengaja, namun karena akibat hujan besar yang melanda kawasan tersebut pada Selasa (3/1/2023).
Akibat hujan tersebut, air merembes masuk ke tangki penyimpanan BBM Pertalite yang ada di bawah tanah. Namun demikian, pihaknya langsung melakukan pengecekan terkait kejadian ini.
“Dan peristiwa ini tidak terlalu lama, cuma ada beberapa motor. Ketika ada motor yang mogok saat habis ngisi bensin, kita langsung cek kebenarannya, dan bensin atau BBM yang keluar dijual sekitar 100 liter,” katanya, Rabu (4/1/2023).
Adapun jumlah kendaraan yang mogok akibat BBM Pertalite tercampur air ini mencapai 30 unit, terdiri atas 26 motor dan empat unit mobil.
Baca Juga: 4 Manfaat Telur Puyuh untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Perbaiki Massa Otot
“Mereka yang dirugikan sudah mendapatkan kompensasi sebesar Rp 500 ribu, sedangkan untuk kendaraan roda empat atau mobil sebesar Rp 1 juta,” katanya.
“Semua kompensasi sudah kita selesaikan dan kita sudah melakukan pertanggungjawaban selaku pengelola,” tambah Teguh mengutip dari Tvberita.co.id.
Teguh meminta, masyarakat jangan memanfaatkan kejadian ini untuk mendulang keuntungan. Bahkan, disebutkannya banyak orang yang meminta ganti rugi kepadanya namun ternyata bukan karena kejadian ini.
“Banyak kendaraan yang datang dengan alasan untuk menuntut ganti rugi akibat kendaraanya mogok. Tapi setelah dimintai keterangan meleset semua, tidak sesuai dengan kejadian,” katanya.
“Jadi akibat musibah ini, masih banyak yang memanfaatkan juga,” jelas Teguh.
Atas kelalaian yang terjadi, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi secara internal dan lebih hati-hati dalam melakukan penjualan bahan bakar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Dibuka Fungsional, Jalan Tol YogyaBawen Langsung Dipadati 5.596 Kendaraan
-
Viral Masyarakat Spill MBG Spesial Ramadan: Ada Ayam Panggang Seekor hingga Susu UHT
-
Sarwendah Beri Surprise Ultah Betrand Peto, Interaksinya Dinilai Canggung
-
5 Rekomendasi Outfit Keluarga Lebaran 2026 Tema Earth Tone yang Elegan
-
Bahagianya Para Ibu Terima MBG Spesial Ramadan: Berasa Dapat Parsel Lebaran
-
Terhindar dari Macet dan Polusi: Alasan Mal Jadi Tempat Ngabuburit Paling Nyaman
-
Wajah di Balik Tangis Bayi
-
Pengemudi Ojol di Solo Rasakan Manfaat BHR Naik: Senang Banget, Terima Kasih Presiden Prabowo
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
3 Mobil Bekas Muat 8 Orang Buat Mudik Lebaran 2026 Cuma Rp 50 Jutaan, Cukup Mewah dan Anti Pegal