PURWASUKA - Pelatih asal Korea Selatan, Park Hang-seo sampaikan pesan perpisahan usai gagal bawa Vietnam juara Piala AFF 2022.
Diketahui, pertandingan final leg 2 Piala AFF 2022 pada 16 Januari 2023 kemarin merupakan laga terakhirnya bersama Timnas Vietnam. Namun, kala itu Park Hang-seo harus kalah dari Thailand 0-1 dengan agregat 2-3.
Kedua tim meraih hasil imbang 2-2 di leg pertama saat bermain di MyDinh Stadium, Hanoi, pada 13 Januari lalu. Namun Thailand menang 1-0 di leg kedua di Thammasat Stadium, Rangsit, Thailand pada Senin (17/1/2023) malam WIB.
Laga malam ini adalah akhir dari perjalanan 5 tahun pelatih asal Korea Selatan itu menangani Vietnam. Dia meminta maaf karena tak bisa memberikan kado indah di laga perpisahan itu.
“Saya ingin memenangkan kejuaraan untuk memberikan hadiah kepada para penggemar Vietnam, tetapi saya tidak bisa. Maaf. Saya pikir kemampuan saya masih kurang. para pemain telah bekerja sangat keras. Saya harap para penggemar bersorak dan menyemangati daripada mengkritik mereka," ucap pelatih 65 tahun itu dikutip laman Zing pada 17 Januari 2023.
Park Hang-seo menjalani debut sebagai pelatih Vietnam pada 2017. Dari sana, sia membuat tim ini berkembang signifikan. Di antaranya menjuarai Piala AFF 2018 lalu setelah mengalahkan Malaysia dengan agregat 3-2 di final.
Park Hang-seo juga telah berhasil membawa Vietnam melenggang ke perempatfinal Piala Asia 2019. Kemudian, bersaing hingga fase grup akhir kualifikasi Piala Dunia 2022, hanya disingkirkan oleh raja-raja Asia seperti Arab Saudi, Jepang, dan Australia.
Meski akhirnya kalah telak, tapi berada di posisi itu merupakan prestasi langka bagi tim Asia Tenggara. Ranking FIFA Vietnam pun saat ini berada di urutan 96, tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.
"Dalam lima tahun terakhir, saya sangat termotivasi. Saya pikir saya masih seorang pelatih dengan banyak kekurangan, selalu berjuang melalui setiap pertandingan. Penyesalannya adalah saya tidak lagi menemani para pemain. Kami telah mengalami banyak suka dan duka bersama. Tidak bersama para pemain membuat saya sangat sedih,” lanjutnya.
Baca Juga: Perpisahan Tragis Park Hang-seo dengan Timnas Vietnam, Karma Sempat Sesumbar Permalukan Thailand?
Gagalnya juara ini membuat Park Hang-seo sangat menyesal. Dia mengaku sedih tak bisa memberi hadiah terbaik. Hal itu juga yang menutupi kenangan indah selama ini.
"Di kepala saya, ada dua aliran pikiran: mengingat kenangan indah dan penyesalan. Saya menyalahkan diri saya sendiri karena tidak bisa memenangkan kejuaraan. Saya tidak tahu apa yang saya lewatkan,” lanjutnya.
“Kegagalan adalah saat kita harus mengubah banyak hal.Ketika kita gagal, kita harus menahan rasa sakit. Saya ingin menghibur orang yang saya sakiti. Saya tahu saya kurang, tapi saya tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Jika ada rasa sakit, saya harus menghadapinya. Saya menangis sendiri untuk itu. Bagaimanapun, saya masih harus melanjutkan," pungkasnya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
WeTV Indonesia Hadirkan Serial 12 IPA 4, Drama Remaja yang Penuh Konflik dan Harapan
-
Cara Cek dan Sanggah Data Desil Lewat HP, Segera Update Sebelum Agustus 2026!
-
Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru
-
Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat
-
Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG
-
PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun
-
Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak
-
9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM
-
Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?
-
JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya