/
Kamis, 19 Januari 2023 | 19:17 WIB
Bendera Ukraina dengan Rusia. (*/pixabay/)

Resolusi baru dapat diterbitkan oleh Majelis Umum PBB pada 4 Maret 2022 yang didukung oleh 141 negara yang pada intinya mengecam agresi Rusia dan mendesak Rusia untuk mengakhiri operasi militernya, mengedepankan diplomasi, menjunjung tinggi kedaulatan dan batas-batas negara Ukraina (Daenuri, 2021). Pada intinya PBB baru dapat bertindak melalui Majelis Umumnya, satu-satunya forum dimana veto anggota tetap Dewan Keamanan tidak dapat diberlakukan.

Maka untuk mengoptimalkan peran PBB, hak veto dan keanggotaan tetap Dewan Keamanan harus dihapuskan agar setiap konflik di dunia ini termasuk konflik Rusia – Ukraina dapat teratasi tanpa hambatan-hambatan politis negara-negara adidaya, yang kedua adalah NATO yang merupakan organisasi aliansi militer yang beranggotakan Amerika Serikat, Kanada, dan hampir seluruh negara Eropa. Berkaitan dengan konflik Rusia – Ukraina, NATO dinilai sebagai aktor kunci yang dapat mengakhiri konflik dan menengahi keduanya meski pada kenyataannya sebaliknya yang terjadi. 

Ketika perang Rusia – Ukraina meletus, NATO secara konsisten mendukung Ukraina melalui bantuan kemanusiaan hingga militer yang diberikan oleh anggotanya, khususnya oleh Amerika Serikat secara signifikan. Selain itu, NATO juga memperkuat perbatasan timurnya disekitar Ukraina dengan 140.000 pasukan (Mahasiswa/i, 2022). 

Sebelum perang dimulai, NATO telah diminta oleh Rusia untuk menjamin bahwa Ukraina tidak akan pernah diizinkan untuk bergabung, yang mana ditolak oleh NATO. Rusia yang terus menghadapi ekspansi NATO ke timur, merasa dikhianati ketika NATO telah berjanji secara verbal untuk tidak melakukan ekspansi ke timur, terlebih tuntutan-tuntutan keamanan Rusia tidak direspon oleh NATO yang ‘memaksa’ Rusia untuk melaksanakan operasi militer di Ukraina. 

Sementara Ukraina sendiri telah berniat untuk bergabung dengan NATO guna mendapatkan perlindungan dari tekanan Rusia sejak 2014. Namun terhambat oleh pemenuhan syarat keanggotaan NATO oleh Ukraina seperti pemberantasan korupsi serta sejarah relasi Ukraina dengan Rusia yang cukup tegang (Rosa, 2022). 

Bisa disimpulkan bahwa NATO juga menjadi salah satu faktor tidak langsung pecahnya konflik ini, namun NATO dapat berperan secara signifikan dan efektif dalam menengahi konflik ini dengan bersedia berkompromi dengan Rusia melalui penjaminan keamanan Rusia melalui penolakan keanggotaan Ukraina dan negara-negara yang dekat dengan perbatasan Rusia lainnya sebagai ganti pengakhiran agresi Rusia di Ukraina. 

Di sisi lain, NATO sebagai ‘penyokong’ utama Ukraina dalam peperangan dapat menghentikan bantuan militernya dan menekan Ukraina untuk bernegosiasi pula dengan Rusia. Organisasi internasional yang ketiga adalah ASEAN. Negara-negara Asia Tenggara yang tidak terlalu terdampak langsung oleh konflik tersebut memutuskan untuk berhati-hati dalam merespon konflik tersebut  mengingat konflik tersebut cukup sensitif dan kompleks. 

ASEAN memilih untuk fokus pada urgensi penyelesaian konflik secara damai, penghentian kekerasan, isu-isu kemanusiaan, dan menjunjung tinggi kedaulatan setiap negara (pengecaman terhadap agresi Rusia secara tidak langsung). 

Hal tersebut disebabkan oleh politik luar negeri negara-negara ASEAN yang condong netral dan sama-sama memiliki hubungan baik dengan Ukraina maupun Rusia sehingga tidak ingin membuat pernyataan sikap yang dapat memperburuk relasi tersebut. Bisa disimpulkan sebagai mitra strategis, ASEAN bisa berperan lebih dalam menengahi konflik Rusia – Ukraina, dengan hadir sebagai pihak ketiga yang netral, dipercaya kedua belah pihak, dan tidak berpotensi ditunggangi kepentingan-kepentingan politik dalam proses mediasi, negosiasi atau penyelesaian konflik. Komitmen tersebut ditunjukan melalui dukungan ASEAN dalam penyusunan dan penyuaraan resolusi konflik Rusia – Ukraina dalam forum Asia – Pacific Meeting dan sidang International Parliamentary Union yang ke-14 (Saputro, 2022). 

Baca Juga: Serbu Sebelum Hangus! 3 Kode Redeem CODM 19 Januari 2023

Aktor utama berikutnya adalah negara-negara itu sendiri. Dalam hal ini mereka yang memiliki pengaruh dan potensi seperti Tiongkok, Prancis, dan Jerman yang mengadakan pertemuan darurat untuk menengahi konflik Rusia – Ukraina dengan menekankan proses perdamaian melalui negosiasi sesegera mungkin. 

Mereka juga berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi diantara mereka guna mewujudkan proses penyelesaian konflik dan mencegah konflik menjadi tidak terkendali (Erina, 2022). Sebagaimana kita ketahui, ketiga negara tersebut khususnya Tiongkok memiliki pengaruh yang cukup signifikan secara global maupun atas Rusia. Selain mereka, negara lain seperti Turki dan Indonesia juga berperan penting. Presiden Erdogan pada Maret 2022 memfasilitasi kedua negara untuk melakukan negosiasi di Istanbul, dimana pembicaraan di Istanbul tersebut berhasil meraih beberapa kesepakatan dan meredakan beberapa eskalasi peperangan, meski sebagian poin-poin yang diajukan Rusia maupun Ukraina belum dapat ditemui jalan tengahnya. Indonesia sendiri juga berperan penting, seperti dalam hal bantuan kemanusiaan, desakan penghentian pertempuran, dan memprioritaskan isu-isu kemanusiaan (Intania, 2022). Terlebih posisi Indonesia yang pada tahun ini memegang presidensi G20 sehingga pengaruh dan akses yang dimiliki untuk mengupayakan perdamaian lebih optimal yang ditunjukan melalui partisipasi Presiden Jokowi dalam KTT G7, serta kunjungan ke Ukraina dan Rusia (Tim, 2022). 

Selanjutnya aktor utama ketiga adalah pers dan media. Di era kontemporer saat ini, media dan pers memainkan peran utama dalam penyebaran informasi. Dalam beroperasi, tentunya setiap media dituntut untuk mengdepankan objektivitas dan netralitas (Khudori & Pawito, 2014). 

Akan tetapi, konsep ideal tersebut sulit untuk dicapai ketika pada kenyataannya hampir setiap media memiliki bias atau kepentingan tertentu, khususnya di masa-masa konflik seperti yang terjadi diantara Rusia dan Ukraina saat ini. Media barat pasti akan condong membela Ukraina yang dibela barat. Sementara media Rusia pasti akan menjustifikasi operasi militer yang dilaksanakan. Meski sulit, netralitas media harus diusahakan dan diprioritaskan sebab media yang netral berpotensi menjadi aktor sentral dalam menengahi konflik tersebut. Ketidaknetralitas yang ada hanya menjadi bensin bagi kobaran api yang sudah ada.

Referensi
Bakrie, C. R., Delanova, M. O., & Yani, Y. M. (2022). Pengaruh Perang Rusia dan Ukraina terhadap Perekonomian Negara Kawasan Asia Tenggara. Jurnal Caraka Prabu, 65-86.
Retrieved from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20220307133347-134-767772/kronologi-alasan-putin-dan-situasi-terkini-rusia-gempur-ukraina/2
Daenuri, A. (2021). Peran Perserikatan Bangsa – Bangsa Dalam Menengahi Konflik Rusia dan Ukraina. Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Erina, R. (2022, Maret 9). China-Prancis-Jerman Bertemu, Cari Solusi Selesaikan Konflik Rusia-Ukraina. Retrieved from RMOL.ID: https://dunia.rmol.id/read/2022/03/09/526160/china-prancis-jerman-bertemu-cari-solusi-selesaikan-konflik-rusia-ukraina
Intania, V. (2022). Peran Indonesia dalam Konflik Rusia - Ukraina. Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Khudori, N. N., & Pawito. (2014). Netralitas Berita Luar Negeri (Studi Kasus Isi Kualitatif Pemberitaan cnn.com Mengenai Krisis Krimea Periode Februari-April 2014). Jurnal Kommas, 1-23.
Mahasiswa/i, H. (2022, Juni 14). Peran NATO Dalam Upaya Menangani Konflik Rusia-Ukraina Tahun 2022. Retrieved from HI-Cle: https://komahi.uai.ac.id/peran-nato-dalam-upaya-menangani-konflik-rusia-ukraina-tahun-2022/
Rosa, M. C. (2022, Februari 27). Apa Peran NATO dalam Konflik Rusia VS Ukraina, Ini 5 Faktanya. Retrieved from KOMPAS.com: https://www.kompas.com/wiken/read/2022/02/27/194000081/apa-peran-nato-dalam-konflik-rusia-vs-ukraina-ini-5-faktanya?page=all
Saputro, F. A. (2022, Maret 21). Kala ASEAN Ikut Susun Resolusi Konflik Rusia-Ukraina. Retrieved from REPUBLIKA.id: https://www.republika.id/posts/26158/kala-asean-ikut-susun-resolusi-konflik-rusia-ukraina
Tim, d. (2022, Juni 28). Jokowi Tengahi Konflik Rusia-Ukraina, KMHDI Menilai Sangat Tepat. Retrieved from detiksumut: https://www.detik.com/sumut/berita/d-6150359/jokowi-tengahi-konflik-rusia-ukraina-kmhdi-menilai-sangat-tepat***

Load More