Suara.com - Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyebut pernyataan Rusia tentang negosiasi damai dengan Ukraina adalah "omong kosong".
"... omong kosong, semua yang mereka (Rusia) katakan. Kami tidak akan memercayainya, dan yang lebih penting, kami senang semakin banyak negara yang juga tidak mempercayainya," kata Kuleba dalam wawancara dengan stasiun televisi Kanada CBC News, Selasa (17/1/2023).
Kuleba mengatakan bahwa serangan baru-baru ini di Kota Dnipro di Ukraina timur tidak akan memaksa Kiev untuk menyerah.
"Kita tidak bisa begitu saja mengatakan: 'Baiklah, kami menyerah, karena Anda menyerang bangunan tempat tinggal, membunuh orang tua, ibu, anak, menebar teror.' Akan lebih buruk kalau kita bersikap seperti itu," kata Kuleba.
Sebuah rudal Rusia menghantam sebuah gedung apartemen di Kota Dnipro, Ukraina timur, Sabtu pagi (14/1) dan mengakibatkan sedikitnya 40 orang tewas dan puluhan orang luka-luka.
Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia siap untuk berbicara dengan semua pihak yang terlibat dalam perang di Ukraina, yang telah berlangsung sejak Februari tahun lalu.
Putin menuding Ukraina dan negara-negara Barat sekutunya menolak untuk bernegosiasi. (Sumber: Antara/Anadolu)
Berita Terkait
-
5 Pemain Ukraina Termahal Sepanjang Sejarah, Terkini Ada Mykhailo Mudryk
-
Gara-gara Google Maps, Rombongan Bule Rusia Naik Ayla Jatuh ke Jurang
-
Perang Makin Memanas, NATO Instruksikan Sekutu Kirim Lebih Banyak Senjata Berat Ke Ukraina
-
Ngeri! Intelijen Ungkap Ada Upaya Pembakaran Kedubes Rusia Di Sejumlah Negara
-
Keras! Dmitry Medvedev Suruh PM Jepang Harakiri Karena Tunduk Memalukan Pada Amerika
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa