PURWASUKA - Sejumlah rumah di Desa Pangarengan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang rusak akibat diterjang hujan dengan angin kencang pada Minggu (22/1/2023).
Bukan hanya akibat terjangan hujan disertai angin ini, rumah warga yang rusak ini akibat dari tertimpa pohon tumbang.
Korwil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang Utara, Teguh mengatakan, hujan disertai angin kencang ini membuat sejumlah rumah di wilayah Subang Utara rusak.
"Ada sekitar 12 rumah yang mengalami kerusakan baik yang tertimpa pohon maupun yang gentingnya berterbangan jatuh dihempas angin," ucapnya, Minggu (22/1/2023).
Dikatakannya, sejumlah pohong pun tumbang akibat terjangan cuaca buruk ini yang terjadi pada sore hari sekitar 17.00 WIB.
"Diperkirakan ada puluhan pohon tumbang, ada yang menimpa rumah, ada juga yang tumbang jelanan," katanya.
"Hujan terjadi kurang dari 30 menit atau sekitar Pukul 17.15 - 17.40 WIB namun hujannya begitu deras dan disertai angin kencang," tambah Teguh.
Meskipun terjadi kerusakan rumah warga dan pohon tumbang, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
"Alhamdulillah, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya beberapa rumah mengalami kerusakan dan sejumlah pohon tumbang," katanya.
Baca Juga: Profil Hoho Alkaf, Sosok Kepala Desa Bertato Asal Banjarnegara yang Viral
Sementara itu, Ketua Relawan Kebencanaan MAP Social Hummanity, Ahmad Hidayat mengatakan, cuaca buruk ini terjadi sekitar 30 menit pda Minggu (22/1/2023) sore.
"Akibat peristiwa tersebut, belasan rumah mengalami kerusakan dan ada sekita puluhan pohon yang tumbang baik yang tumbang kejalanan atau gang dan ada juga menimpa rumah warga," katanya mengutip dari Tribunjabar.id.
Menurut Ahmad, Pemerintah desa Pangarengan dan BPBD Korwil Subang Utara masih mendata kerusakan rumah akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang tersebut.
"Kami relawan dan BPBD serta pemerintah desa masih terus mendata kerusakan akibat peristiwa alam yang terjadi sore tadi (kemarin)," terangnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga