PURWASUKA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Karawang menahan Z mantan pimpnan cabang PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Kecamatan Tirtamulya. Penahanan Z ini terkait dengan dugaan korupsi yang dilakukannya karean menyelewengkan dana kredit nasabah dan APBD.
Hal ini dibenarkan oleh Kasie Pidsus Kejari Karawang, Cakra Nur Budi Hartanto. Dia mengatakan, Z sudah ditahan sejak Rabu (18/1/2023) lalu.
Sambungnya, Z ditahan karena diduga telah melakukan korupsi dana suntikan modal dari APBD Pemkab Karawang. Tak hanya itu, Z juga duduga menyalahgunakan uang kredit nasabah sebesar Rp 1 miliar.
“Untuk LKM, kami sudah menetapkan seorang tersangka bernisial Z. Dia diketahui merupakan kepala cabang LKM di salah satu kecamatan, dia kini sudah ditahan per 18 Januari kemarin,” ucapnya, Kamis (26/1/2023).
Dia menerangkan, penahana terhadap Z ini setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi yang mencapai 20 orang. Adapun penyalahgunaan dana ini dilakukan Z dalam rentang waktu 2016 sampai 2018.
“Untuk sementara tersangka masih tunggal. Uang dipakai diduga untuk kepentingan pribadi,” ucap Cakra mengutip dari Tvberita.co.id.
Cakra mengatakan, pelaku Z dijerat Pasal asal 2 ayat 1, Pasal 3, Pasal 4 UU RI Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sambungnya, kasus dugaan korupsi yang terjadi di tubuh LKM ini, akan terus dilakukan pengembangan, mengingat dugaan korupsi di PT LKM sebelumnya disinyalir terjadi akibat pembiaran direksi atas kebijakan kredit pinjaman kepada para karyawan dengan limitnya cukup besar.
Padahal keberadaan PT LKM Karawang bertujuan untuk kepentingan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Raline Shah Bikin Salfok Kayak Pakai Baju Melorot, Ternyata Oufit Seharga Nyaris Rp15 Juta
Selain itu, ditemukan juga adanya manipulasi data laporan serta direksi agar PT LKM Karawang terus mendapat penyertaan modal dari Pemkab Karawang tanpa melakukan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Data fiktif yang dicairkan PT LKM Karawang memunculkan piutang tak tertagih dan merugikan negara secara besar-besaran. Piutang dari nasabah berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemerintah Kabupaten Karawang terhitung sekitar Rp 3,5 miliar. Belum termasuk hitungan kredit macet karyawan PT LKM Karawang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Mendengar Suara Korban Teror Gas Sarin Tokyo dalam Buku Underground
-
Gunung Dukono Erupsi, 2 WNA Tewas
-
Laba BRI 2025 Dorong Pembagian Dividen Besar, Total Capai Rp52,1 Triliun
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat
-
Hari Ini, Pemegang Saham BBRI Mulai Nikmati Pencairan Dividen
-
Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya
-
4 Spray Serum Bi-Phase Kunci Kulit Glowing Setiap Hari, Under Rp100 Ribuan!
-
Dari YouTube ke Layar Lebar, Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor 'Cerita Lila' ke Bioskop
-
BRI Cairkan Dividen Tunai Rp346 per Saham, Total Pembayaran Capai Rp52,1 Triliun