PURWASUKA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan DPRD Kabupaten Subang didatangi sejumlah perwakilan dari Forum Tenaga Honorer Madrasah Indonesia (FTHMI), Senin (30/1/2023).
Mereka datang untuk mengadukan sejumlah persoalan terkait dengan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kotrak (PPPK) yang dinilai tidak berjalan baik.
Perwakilan FTHMI Subang, Maman Suparman mengaku, menemukan sejumlah kejanggalan dalam rekrutmen di lingkungan Kemenag.
Atas alasan tersebut, dirinya bersama sejumlah guru honorer madrasah di Kabupaten Subang akan menyampaikan aspirasi ke Kantor Kemenag dan DPRD Subang.
“Menindaklanjuti berbagai kejanggalan rekrutmen PPPK di Kemenag, hari ini FTHMI akan melakukan audiensi untuk menyampaikan aspirasi ke kantor Kemenag Subang, dilanjutkan meminta dukungan ke DPRD Subang,” ucapnya melansir dari Jabarnews, Senin (30/1/2023).
Sebelumnya, FTHMI Kabupaten Subang menilai para pelamar yang tidak lolos atau tidak memenuhi syarat (TMS) PPPK Kemenag adalah meraka yang mendaftar dari madrasah swasta.
Selain itu, pelamar umum non pegawai Kementerian Agama (Kemenag) pun dinyatakan tidak memenuhi syarat. Padahal dalam pengumuman pendaftaran sebelumnya, dibuka untuk katagori umum.
Seperti diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) resmi memgumumkan hasil seleksi adminitrasi calon Pegawai Pemerintah dalam Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 pada tanggal Minggu (15/1/2023) lalu.
Dari hasil tersebut, sebanyak 224.000 pelamar yang terdaftar, sekitar 175.000 peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Bikin Gempar vs Gentar: Adu Fitur Drone Iran Rp300 Juta Lawan Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
Siaga Penuh! PLN Siapkan 1.681 SPKLU di Jalur Mudik Utama
-
Ogah Jadi Sasaran Tunggal, Ratu Seret Nama Wanita Lain yang Goda Pesulap Merah
-
Kompolnas Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Ancaman Demokrasi
-
Detik-Detik Horor Terekam CCTV: Angkot "Nyalip" Lindas Pengendara Motor di Cireunghas Sukabumi
-
Cara Menggunakan Google Maps Offline: Hemat Kuota Internet, Mudik Bebas Nyasar
-
BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Ahmad Sahroni Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Teror Terhadap Demokrasi
-
Nobar Pelangi di Mars, Yoursay Kumpulkan 250 Anggota Komunitas Parenting Yogyakarta