/
Rabu, 15 Februari 2023 | 11:30 WIB
Banjir akibat hujan angin dan badai di DIY. (*/Parangteristis Geomaritime Science/)

PURWASUKA- Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Indra Gustari menjelaskan terkait hujan ringan hingga ekstrem dan angin kencang yang melanda Jabar selama sepekan kedepan. 

Indra Gustari menjelaskan, beberapa fenomena masih mempengaruhi pembentukan awan yang mengakibatkan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Barat  dalam sepekan kedepan (Senin 13 sampai Minggu 19 Februari 2023).

Selain itu, faktor yang menyebabkan Jawa Barat terus diguyur hujan karena  faktor aktivitas gelombang atmosfer Kelvin diperkirakan akan cukup aktif di sebagian wilayah Jawa. 

“Aliran massa udara dingin dari Asia atau monsoon Asia dominan masuk ke wilayah Indonesia bagian Barat,” kata Indra Gustari dalam siaran pers diterima PURWASUKA di Bandung, Rabu 15 Februari 2023. 

Sehingga kata dia, angin di wilayah Jawa Barat masih didominasi oleh angin barat. Kondisi labilitas lokal di sebagian wilayah Jawa Barat masih cukup signifikan. 

Faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. 

“Berdasarkan prakiraan kondisi global, regional dan model probalistik, diperkirakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terdapat di sebagian kabupaten dan kota di wilayah Jabar untuk sepekan ke depan,” katanya. ***

Sumber:
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat

Baca Juga: Jadwal Liga Champions 16 Februari 2023: Club Brugge KV vs Benfica, Dortmund vs Chelsea

Load More