PURWASUKA - Polres Purwakarta belum menemukan pemalsuan minyak bersubsidi dengan merek Minyakita di Kabupaten Purwakarta.
Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan pemalsuan Minyakita di wilayah Kabupaten Purwakarta. Jika ditemukan pemalsuan Minyakita, maka pihaknya bakal melakukan penindakan.
"Kami belum mendapat laporan terkait ada minyakita palsu dari para petugas dilapangan. Guna mencegahnya, kami juga menerjunkan personel ke pasar ataupun toko-toko untuk melakukan pengawasan," katanya, Kamis, 23 Februari 2023.
Menurut Kapolres, jika memang ditemukan pemalsuan Minyakita di pasaran pihaknya akan langsung melakukan penindakan.
"Satgas Pangan tetap melakukan pengawasan penjualan Minyakita baik di tingkat eceran hingga distributor. Polres bersama Dinas terkait, terus melakukan cek pasar, agen, dan jalur distribusi minyak goreng," ucap Edwar.
Dia mengatakan pengawasan merupakan antisipasi adanya pemalsuan minyak. Selain itu juga untuk memastikan stok minyak goreng tercukupi.
"Kami ingin pastikan, tidak ada pemalsuan, stok tercukupi dan harga sesuai standar pemerintah," katanya.
Di sisi lain, Satgas Pangan Polres Purwakarta memastikan kondisi di lapangan saat ini kondusif. Menurutnya, belum ada kepanikan warga atas indikasi adanya Minyakita palsu tersebut.
"Alhamdulillah di Kabupaten Purwakarta situasi kondusif. Mana kala ada atau ditemukan penyimpangan terkait, distribusi minyak goreng maka tentu akan dilakukan penindakan melalui Satgas Pangan," tegas Edwar.
Baca Juga: Momen Ria Ricis Memohon Buat Dihargai Usai Tuai Kritik Jadi Sorotan, Sebaiknya Bagaimana?
Dia juga mengimbau masyarakat untuk selalu jeli dan waspada ketika membeli bahan pokok.
"Kami meminta masyarakat untuk lebih cerdas dan teliti dalam membeli minyak goreng, terutama Minyakita, dengan mencermati produk sebelum memutuskan untuk membeli. Jika menemukan kejanggalan segera laporkan ke Polres Purwakarta ataupun Polsek terdekat," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Nasib 185 Lapangan Padel Tak Berizin di Jakarta: DPRD Minta Penertiban Bertahap dan Berkeadilan
-
Opornya Hangat, Tapi Kok Hati Dingin? Rahasia di Balik Rasa Hampa Saat Bulan Suci
-
PNS Disnaker Indragiri Hulu Jadi Pengedar Sabu, Akhirnya Ditangkap
-
Ramadan dan Lebaran Ubah Pola Perjalanan, Mobilitas Makin Terkonsentrasi Jelang Hari H
-
21 Kode Redeem FC Mobile Aktif 28 Februari 2026, Ada Paket Ramadan dan Ribuan Gems Gratis
-
Viral Foto Lawas Sarifah Suraidah Nyaleg, Makeup Cetar Istri Gubernur Kaltim Jadi Sorotan
-
Ulasan Buku Anya's Ghost,Persahabatan Beracun dari Alam Baka
-
Batas Waktu Segera Berakhir, Ini Cara Lapor SPT PPh 21 Desember 2025 di Coretax Anti Gagal
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Dopamin Jam 3 Pagi: Ketika Setan Dibelenggu, Tapi Doomscrolling Terus Melaju