Pada riwayat lain, dalam Sunan an-Nasa'i, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah ditanya Usamah bin Zaid berikut ini:
Wahai rasul, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa di antara bulan-bulan sebagaimana melakukan puasa pada bulan Sya'ban. Kemudian Rasulullah menjawab: Sya'ban itu merupakan bulan yang dilupakan banyak manusia antara bulan Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu, amal-amal dilaporkan kepada Allah Tuhan semesta alam. Aku suka jika amalku dilaporkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.
Hadirin yang Berbahagia
Kita tidak patut untuk takut sebelum terjun ke medan perang. Maksudnya, setan sering membisiki kita dengan hal yang menakutkan.
“Jangan puasa di bulan Sya'ban, kamu tidak akan kuat. Masak akan puasa dua bulan penuh secara berturut-turut. Ini berat."
Hal tersebut merupakan godaan untuk mengendorkan niat kita. Selama niat kita bulat karena Allah dengan disertai tawakkal. Mantapkan hati kita! Insyaallah akan dapat kita jalani dengan baik.
Ketakutan jenis ini mirip dengan apa yang dikhawatirkan oleh Nabi Musa bersama Nabi Harun. Ketika keduanya diperintah oleh Allah supaya mendatangi Fir'aun, keduanya berkata:
Artinya: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.
Kemudian Allah menjawab:
Artinya: Allah berfirman: Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat. (QS Thaha: 45-46)
Hadirin yang Dimuliakan Allah SWT
Dalam hadits tersebut, Rasulullah menjelaskan, Rajab merupakan bulan yang dilupakan banyak manusia. Sehingga kita tidak boleh lupa sebagaimana orang lain melupakannya. Di antaranya dengan bangun di sepertiga malam yang akhir.
Baca Juga: Program 5Ng Efektif Turunkan Angka Kematian Ibu Lebih Dari 50 Persen
Di saat orang-orang terlelap tidur, lupa kepada Allah, kita perlu mendekatkan diri kepada Allah, mengetuk pintu rahmat-Nya, merendahkan hati di hadapan Allah, meminta petunjuk kepada Allah di tengah orang-orang yang tersesat serta rangkaian doa-doa lain.
Selain itu, dalam rangka mengisi Sya'ban kita, di saat tetangga kita asyik menonton televisi di waktu mustajabah antara maghrib dan isya, kita tidak boleh ikut lupa di waktu penting ini. Kita harus mengisinya dengan ibadah-ibadah, membaca Al-Qur'an, mengajari keluarga, dan sebagainya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?