PURWASUKA - SMKN 1 Karawang diduga meminta uang sumbangan kepada orang tua siswa untuk biaya pembangunan gedung sekolah. Penarikan uang sumbangan ini pun dikeluhkan oleh orang tua siswa.
Seorang orang tua siswa yang tak ingin diungkap identitasnya mengatakan, bahwa anaknya tidak diberikan kartu ujian lantaran belum membayar uang sumbangan.
Disebutkannya, uang sumbangan itu harus dibayar dengan jangka waktu selama enam bulan.
“Anak saya tidak dikasih kartu ujian karena saya belum membayar uang sumbangan Rp3 Juta,” katanya pada Sabtu, 11 Maret 2023.
Dirinya mengatakan, diberikan waktu hingga Senin, 13 Maret 2023 membayar uang sumbangan tersebut. Hal ini agar anaknya bisa mendapatkan kartu ujian.
“Katanya harus bayar dulu minimal dicicil Rp 1 Juta. Batas maksimal hari senin besok,” katanya.
Dia pun mengaku sangat keberatan dengan adanya uang sumbangan sebesar Rp3 juta tersebut. Menurutnya, selain dirinya orang tua lainnya pun merasa keberatan dengan adanya uang sumbangan ini.
“Sebenarnya banyak orang tua siswa yang keberatan dan mengeluh, tapi mungkin engga berani ngomong,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Karawang, Makmur membantah, bahwa uang sumbangan itu merupakan pungutan liar (Pungli). Dikatakannya, bila orang tua siswa tidak mau bayar tak apa-apa.
Baca Juga: Satu Lubang Bekas Tembakan di Bawah Pesawat Trigana Air, Penumpang Kena Serpihan Kursi
“Yang kelas 1 itu sumbangan pak, buka pungutan. Mau bayar ya sukur, kalau tidak ya engga apa-apa,” katanya mengutip dari Pojoksatu.id.
Dia pun menyebutkan, untuk orang tua dari kalangan miskin tidak wajib untuk membayar sumbangan.
“Yang mewajibkan siapa? Tidak ada yang mewajibkan. Cuma, kita kan biasa itu ada rekomendasi dai KCD dan Saber Pungli. Itu sumbangan bukan pungutan atau iuran,” ucap Makmur.
Menurutnya, sumbangan itu akan digunakan untuk menambah biaya kekurangan untuk biaya pendidikan.
“Karena engga cukup kita dari biaya BOS (bantuan operasional sekolah),” katanya.
Dana BOS itu, kata Makmur, hanya mengcover biaya siswa sebesar Rp 1.620.000 per tahun. Sedangkan kebutuhan siswa per tahun yakni sebesar Rp5 Juta.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar