PURWASUKA - Lubang pengerukan untuk pengerjaan ruas Jalan Klari dianggap berbahaya bagi pengendara sepeda motor. Saat melintasi jalur tersebut, pengendara perlu waspada karena kondisi jalan membuat motor bergoyang
Warga Purwasari, Nurjaman pun mengeluhkan kondisi jalan tersebut karena dianggapnya bisa membahayakan bagi pengendara motor.
“Ya bahaya banget, kalau bawa motor gak konsentrasi bisa aja jatoh, soalnya kendaraan jadi goyang-goyang gak stabil,” ucapnya, Kamis, 16 Maret 2023.
Dia mengatakan, sehari-hari selalu melintasi jalan tersebut. Diharapkannya, perbaikan jalan tersebut bisa segera diselesaikan karena untuk kabaikan pengendara jalan.
“Kalau bisa mah segera diberesin, kahawatirnya kan kalau ada pengendara kurang awas dan belum hafal medan bisa berisiko terjatuh. Belum lagi pasir bekas proyek debunya ke mana-mana,” katanya.
Hal senada pun dikatakan juga oleh Yuhri (34) warga Klari. Dia mengaku, beberapa waktu lalu dirinya hampir mengalami kecelakaan karena kondisi jalan tersebut.
“Saya hampir nabrak gara-gara ada motor oleng, tapi untung masih bisa menghindar," katanya.
“Soalnya buat motor mah ngerem mendadak bahaya banget, jalannya kan gak rata dan licin banyak pasir, bisa-bisa jatoh,” tambah Yuhri mengutip dari Tvberita.co.id.
Proyek garukan jalan arteri dimulai dari Hotel Grand Pangestu hingga jembatan Misran Klari. Kemudian titik kedua di lampu merah Klari hingga depan Kantor Desa Anggadita arah Karawang.
Begitupun di jalur sebaliknya atau arah menuju Cikampek, terdapat garukan jalan yang dilakukan di sejumlah titik.
Terlihat kondisi jalan yang tidak rata membuat pengendara menurunkan kecepatannya. Tak jarang mereka menurunkan kedua kaki agar motor tetap stabil dan tidak terjatuh.
Material aspal bekas garukan juga menyebabkan jalan berdebu dan membuat pengendara kerap mengibas-ngibas area muka akibat debu yang beterbangan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi